Kolaborasi KPID Kaltim bersama Program Studi Ilmu Komunikasi UNMUL, ajak Masyarakat Lestarikan Kebudayaan dan Kearifan Lokal Lewat Konten Kreatif.

SAMARINDA – Budaya menjadi identitas, sumber pengetahuan, dapat menumbuhkan spirit nasionalisme, dan memupuk sikap toleransi. Dengan budaya, masyarakat dapat merasa bangga. Keberadaan budaya pun turun temurun ada pada setiap generasi, dimiliki secara bersama dan dapat saja berubah menyesuaikan perkembangan dan perubahan zaman. Di era saat ini, melestarikan budaya dapat dilakukan dengan banyak cara. Salah satu upaya untuk melestarikan kebudayaan dan kearifan lokal ialah memanfaatkan ruang kreatif seperti pembuatan konten, dan mengemasnya dengan menarik lewat produksi konten dengan bentuk mulai dari audio, visual, maupun audiovisual.

Melalui kolaborasi bersama, KPID Provinsi Kalimantan Timur dan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman telah rampung menyelenggarakan Workshop dan Kompetisi Konten bertemakan Partisipasi Masyarakat Menumbuhkan Konten Lokal Berkualitas, yang dibagi menjadi 2 sesi pelaksanaan yakni pada Senin, 1 November 2021 dan 8 November 2021 secara virtual, menggunakan aplikasi meeting conference, zoom. Sebanyak kurang lebih 200 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum mengikuti kegiatan virtual ini dengan antusias, terlebih pada sesi diskusi interaktif bersama para narasumber luar biasa yang fokus pada pemanfaatan content creator sebagai media informasi, edukasi, dan hiburan yakni :

  1. Achmad Mushlih Navis ( Konten Kreator Kalimantan Timur )
  2. Kezia Arum Sari, S.Ds, M.Med.Kom ( Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman )
  3. Kadek Dristiana M.Med.Kom ( Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mulawarman.

Produksi konten harus mengutamakan etika sebelum estetika. Poin ini menjadi garis besar yang ditekankan dalam sesi pemaparan materi oleh Achmad Mushlih Navis. Bukan hanya karena ingin viral secara asal-asalan, konten yang baik harus direncanakan dengan matang dan bermanfaat bagi khalayak.

“Estetika atau keindahan dan unsur seni dalam pembuatan konten memang menjadi hal vital. Namun adab, norma, etika juga jangan dilupakan, dititik inilah kita dapat mengetahui nilai sebenarnya seorang pembuat konten. Dan kepada masyarakat, sebagai penerima hasil juga harus pandai memilah dan memilih tayangan atau karya yang dipopulerkan” papar Achmad.

Warisan negeri berupa kebudayaan dapat menjadi inspirasi yang menarik untuk para pelaku industri kreatif. Bentuk atau jenis pengemasan konten yang beragam menjadi pilihan untuk para insan creator dalam memproduksi karya mereka.

“keberanian, dan rasa ingin tau untuk terus menggali informasi terkait warisan leluhur dan komitmen untuk mengenalkannya ke ruang lingkup yang lebih luas harus kita tingkatkan. Dengan optimalisasi sektor industry kreatif ini tentunya akan memiliki pengaruh pada sektor lain seperti halnya sektor ekonomi, dan pada akhirnya menjadi kontribusi besar bagi negeri kita” papar Kezia.

Saat ini ada banyak sekali produk-produk asing yang masuk ke dalam negeri, dan menggerus budaya bangsa kita, serta menguasai berbagai siaran media. Hal ini menjadi fenomena yang disoroti oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, Dr Rina Juwita, S.IP, MHRIR.

“Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya. Namun sayang meski sudah difasilitasi dengan banyak saluran, pemanfaatan berbagai platform media yang ada malah diisi dengan konten yang hanya mementingkan adsense, keuntungan, tanpa memikirkan dampak untuk masyarakat luas. Dengan adanya kegiatan workshop dan kompetisi konten ini semoga dapat menambah wawasan, dan memotivasi seluruh pihak untuk bersama-sama berkontribusi melestarikan budaya bangsa” jelas Rina.

Workshop dan Kompetisi Konten merupakan bagian dari Literasi Media oleh KPID Provinsi Kaltim yang dilaksanakan selama kurun waktu 2 bulan yakni mulai dari bulan Oktober hingga November 2021. Dengan berbagai tema dan narasumber yang beragam, serta kerjasama dengan berbagai pihak, Literasi Media diharapkan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mencapai target yang diinginkan.

“Masyarakat kini semakin cerdas, tak hanya dalam hal menyerap isi atau konten-konten, namun juga mampu mencerna media mana saja yang bisa memberikan pengetahuan pendidikan yang baik. Kami harap sikap ini dapat menular dari satu individu ke individu lain. Untuk Kalimantan Timur tujuannya jelas yakni agar masyarakat Kaltim bisa menjadi lebih berkualitas, bahkan menjadi pioneer ke depan di dunia penyiaran” ujar Akbar, Ketua KPID Provinsi Kalimantan Timur.

Industri kreatif sangat ini berkembang sangat cepat. Kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan sebagai peluang apik untuk berkarya. Beragam cara dapat kita tempuh untuk menunjukkan wujud cinta tanah air. Selayaknya warga negara, kita jaga dan lestarikan budaya yang merupakan harta berharga milik Ibu Pertiwi kita, Indonesia.

sw/hms-kpidkaltim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 45 = 47