KPID Provinsi Kaltim Sukses Gelar FGD dengan tema “Infrastruktur Penyiaran Jelang 1 tahun Analog Switch Off (ASO) di Kalimantan Timur.”

SAMARINDA – Migrasi penyiaran digital Indonesia dan Kalimantan Timur pada khususnya ditargetkan rampung pada tahun 2022 mendatang. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur gelar Focus Group Discussion (FGD) menyambut peralihan teknologi penyiaran tersebut, bersama dengan para narasumber yakni :

  1. Mohammad Reza (Komisioner KPI Pusat)
  2. M Faisal, S.Sos ., M.Si (Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim)
  3. Arif Suriansyah (Kepala Stasiun TVRI Kalimantan Timur)
  4. Muhammad Hariadi, SE (Ketua Tim / Subkoordinator Seksi Pantib Balmon Samarinda)

Diskusi dengan pelaksanaan secara hybrid (online/daring dan offline/luring) berfokus pada tema yakni seputar kesiapan infrastruktur penyiaran jelang 1 tahun menuju Analog Switch Off (ASO) di Kaltim, dengan diikuti oleh sebagian perwakilan Lembaga Penyiaran (LP) yang hadir secara luring di tempat pelaksanaan kegiatan yakni ruang Heart of Borneo (HOB) Kantor Gubernur, Samarinda dan kurang lebih 100 peserta secara daring pada aplikasi meeting conference zoom, yang dimoderatori oleh Komisioner Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P) KPID Kaltim, Ali Yamin Ishak, S.Sos. Komisioner sekaligus Ketua KPID Banten, Ade Bujaerimi pun hadir langsung membersamai kegiatan bersama dengan jajaran Komisioner KPID Provinsi Kaltim.

Diketahui semula peluncuran migrasi siaran digital di Kaltim wilayah 1 dijadwalkan pada 17 Agustus 2021 namun harus ditunda dengan berbagai pertimbangan, dan revisi penjadwalan tersebut telah diatur pada peraturan Menteri Kominfo No 11 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran. Meski demikian hal ini tidak menyurutkan spirit seluruh pihak untuk mempersiapkan peluncuran Kaltim Digital Switch On. ASO 2022 sendiri ditargetkan dengan 3 tahapan yakni tahap I paling lambat pada 30 April 2022, tahap II paling lambat pada 25 Agustus 2022, dan tahap III paling lambat pada 2 November 2022.

“Kami (KPI Pusat dan seluruh KPI Daerah di Indonesia) berkomitmen mendorong semua Lembaga Penyiaran TV terestrial untuk secara serentak full bersiaran secara digital paling lambat pada April 2022. Dalam pelaksanaannya, kami akan membantu apabila ada kendala koordinasi antara para LP penyewa dengan penyelenggara MUX, serta terus mendorong Kementerian Kominfo dengan program STB untuk warga kurang mampu agar segera didistribusikan. Kami berharap untuk segera direalisasikan.” tegas Reza.

Ditambahkan oleh Reza, sejalan dengan adanya migrasi teknologi penyiaran terebut peningkatan kualitas program konten siaran milik LP juga harapannya dapat ditingkatkan. Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim, H.M Faisal pun berharap Kaltim secara keseluruhan dapat menjadi salah satu provinsi yang bermigrasi digital pada paruh pertama tahun depan.

“Perpindahan analog ke digital saat ini pun sebenarnya sudah bisa kita nikmati di Kaltim. Jadi masyarakat kami harap jangan bingung dan ayo kita dukung dengan segera beralih, hingga penghentian secara resmi nantinya. Harapannya seluruh pihak bisa kompak, berkomitmen untuk mensukseskan program ini bersama-sama, untuk kemajuan penyiaran di daerah kita” jelas Faisal.

Komisioner KPID Kaltim, Ali Yamin Ishak S.Sos pun menjelaskan kesiapan Kaltim dalam hal menuju penyiaran digital sudah cukup siap. Hal ini ditandai dengan sudah berjalannya penyiaran secara simulcast di Kaltim sendiri. Perlahan namun pasti KPID Kaltim yakin target migrasi digital 2022 mendatang dapat tercapai.

“untuk kesiapan di Kaltim dari 35 stasiun TV sudah 26 yang bersiaran digital atau simulcast namun di April nantinya, rekan-rekan LP yang belum bersiaran digital diharapkan berkomitmen paling lambat bulan Maret 2022 sudah bersiaran secara digital. KPI dan KPI Daerah hingga saat ini pun fokus pada upaya mendorong agar TV SSJ (Sistem Stasiun Jaringan) yang ada saat ini untuk memenuhi tayangan konten lokalnya minimal sebesar 10% secara digital. Selain itu kami juga terus menjalankan sosialisasi migrasi TV digital ini agar Kaltim Digital Switch On pada April 2022 bisa sukses.” Ujar Ali

Penyiaran digital memiliki banyak sekali kelebihan dan kualitasnya. Mulai dari kualitas suara dan tayangan yang lebih jernih dan kemudahan pemirsa dalam hal ini masyarakat Indonesia untuk mendapatkan lebih banyak pilihan tayangan dari berbagai stasiun TV atau Lembaga Penyiaran. Semoga hal ini dapat menjadi asa di Kaltim pada khususnya, untuk bisa menikmati teknologi TV yang bersih, jernih, dan canggih.

sw/hms-kpidkaltim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

22 − = 20