Optimis untuk masa depan penyiaran di Kaltim yang semakin maju – RDP KPID bersama Komisi I DPRD sukses digelar.

SAMARINDA – Agenda tahunan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur yakni Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi I Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Kalimantan Timur telah kembali dilaksanakan. Kegiatan evaluasi dan diskusi tersebut digelar pada Senin (14/06) bertempat di lantai 3 ruang rapat Gedung D, DPRD Provinsi Kaltim, Jalan Teuku Umar. Dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I, Dr. HJ Jahidin S, SH,MH, kegiatan RDP berjalan dengan lancar dan membahas berbagai poin penting terkait penyiaran di Bumi Etam.

Jajaran Komisioner KPID Provinsi Kaltim yang hadir dalam rapat tersebut antara lain Hendro Prasetyo, Andi Muhammad Abdi, Irwansyah, Bawon Kuatno, Ali Yamin Ishak, dan Akbar Ciptanto yang selaku ketua KPID Provinsi Kaltim membuka sesi dengan menyampaikan laporan umum sebelum pemaparan presentasi kegiatan dan program kerja oleh seluruh Komisioner KPID Provinsi Kaltim. Adapun dari Komisi I yang turut hadir yakni M. Udin, SP, Agiel Suwarno, H. Romadhony Putra Pertama, dan H.Mashari Rais.

Meski masih di tengah situasi pandemi, namun hal tersebut tak menyurutkan semangat KPID Provinsi Kaltim dalam merancang hingga melaksanakan berbagai program kerja maupun kegiatan di tahun 2021 yang menyasar mulai dari internal yakni TAD KPID Provinsi Kaltim yang meliputi pelatihan soft skill, seluruh Lembaga Penyiaran, Stakeholder, hingga masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh komisioner KPID Provinsi Kaltim dalam sesi presentasi yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama para anggota Komisi I DPRD Provinsi Kaltim.

Beberapa evaluasi, masukan dan saran pun diberikan oleh para anggota dewan dengan tujuan untuk mendorong peran, fungsi, dan tugas KPID Provinsi Kaltim sebagai Lembaga Negara Independen. Hak masyarakat untuk dapat memperoleh penyiaran yang baik, sehat, dan berkualitas selalu menjadi perhatian oleh seluruh pihak, terlebih di tahun 2021 dan 2022 mendatang Indonesia dan Kaltim pada khususnya dalam masa migrasi penyiaran digital, atau Kaltim Digital On.

“ dalam pertemuan RDP ini kita ingin mendorong beberapa hal terkait penyiaran di Kaltim, diantaranya ASO atau Kaltim Digital On. Pada 17 Agustus 2021, siaran analog akan dihentikan, dan beralih ke digital. Dibahas pula program kerja KPID Kaltim lainnya. Tak hanya itu saja, kita juga amat concern dalam hal memberikan saran masukan kepada para anggota dewan untuk rancangan penyusunan perda penyiaran yang tengah digagas” jelas Akbar.

Adanya perda penyiaran di Kaltim tak lain dan tak bukan untuk dapat melindungi hak penyiaran yang dimiliki oleh masyarakat. Beragam gagasan yang menarik dan didorong oleh KPID Provinsi Kaltim dalam hal masukan dan saran untuk perda penyiaran, selain regulasi daerah yang mengatur tentang konten lokal, juga adanya peningkatan lapangan pekerjaan di bidang penyiaran bagi masyarakat. Masukan dan saran tersebut ditanggapi oleh Komisi I dalam sesi dengar pendapat dengan baik dan tengah dikonsep dengan objektif dan proyektif untuk kemajuan Kalimantan Timur.

“ kami (DPRD Provinsi Kaltim, red)  harap untuk untuk perda penyiaran nantinya, bila sudah disahkan agar dapat mengakomodir peningkatan pendapatan daerah. Jadi kita tekankan optimalisasi SDM di Kaltim, untuk dapat masuk pada peluang karir di penyiaran. Sehingga, kedepannya para insan atau pelaku penyiaran ini diharapkan dapat mengakomodir kepetingan daerah, terlebih kita tengah bersiap menuju IKN, kita seluruh warga Kaltim harus mampu menerima dan menghadapi tantangan kedepan baik di tingkat lokal maupn nasional.” tegas Jahidin.

Secara garis besar RDP KPID Provinsi Kaltim bersama DPRD Provinsi Kaltim kali ini menjadi salah satu momentum bersinerginya KPID dan DPRD untuk mengoptimalisasi peran masing-masing. Serta, bagi KPID Provinsi Kaltim, dengan adanya kesempatan ini KPID terus berupaya mewujudkan peran, tugas pokok, dan fungsi KPID Kaltim untuk memastikan frekuensi publik digunakan dengan baik, bermanfaat, dan mencerdaskan masyarakat Kalimantan Tmur.

(hms-kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + 1 =