Agustus Nanti, TV Analog “Pensiun” di Samarinda. Tenggarong, dan Bontang! Ini kata KPID Kaltim

( telah terbit di portal media HEADLINE KALTIM edisi 7 Juni 2021 dengan tautan : https://headlinekaltim.co/agustus-nanti-tv-analog-pensiun-di-samarinda-tenggarong-dan-bontang-ini-kata-kpid-kaltim/ )

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA–Kalimantan Timur termasuk dalam lima daerah yang masuk gelombang pertama pemadaman siaran TV analog. Ada tiga kabupaten/kota yang langsung merasakannya; Samarinda, Kutai Kartanegara dan Bontang. Tepatnya pada 17 Agustus 2021.

Penghentian siaran analog ini merupakan salah satu dari lima tahap pemadaman siaran analog, sebagaimana yang tertuang dalam Permen Kominfo No 6/2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran. Pemadaman merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memigrasikan siaran analog ke digital.

Dihubungi media ini, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim Akbar Ciptanto, mengakui rencana penghentian siaran analog belum sepenuhnya diketahui masyarakat.

Sejauh ini, kata dia, sosialisasi dilakukan oleh Kementerian Kominfo. “Kami dari KPID ikut membantu mensosialisasikan. Pakai dana sendiri. Namun, karena dananya juga terbatas, jadi kita memaksimalkan sosialisasi lewat media sosial,” bebernya, Senin 7 Juni 2021.

Akbar berharap, pengadaan alat set top box (STB) atau dekoder gratis untuk masyarakat segera direalisasikan. “Kaltim kebagian jatah sekitar 30 ribu STB gratis,” katanya.

Sekadar diketahui, pengguna TV analog tak perlu mengganti pesawat TV agar bisa menikmati siaran digital. Cukup memasang alat set top box (STB) atau dekoder. Sementara, pengguna TV yang sudah dilengkapi penerima sinyal DVB-T2 cukup bermodalkan antena UHF.

Dilanjutkan Akbar, semakin cepat lembaga penyiaran swasta (LPS) penyelenggara multiplexing merealisasikan pengadaan dekoder, maka realisasi digitalisasi penyiaran segera merata ke seluruh warga.

“Itu saja yang kita minta segera direalisasikan ke masyarakat. Jadi, masyarakat tak beli sendiri. Apalagi harus beli TV baru, Smart TV misalnya. Masa pandemi begini,” pungkasnya.

Sekadar informasi, 5 wilayah yang akan mati siaran analognya antara lain, Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Kemudian Kepulauan Riau yang meliputi Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang.

Kemudian Provinsi Banten yang meliputi Kabupaten Serang, Kabupaten Cilegon dan Kota Serang. Berikutnya, Kalimantan Timur yang mencakup Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, dan Kota Bontang. Terakhir, Provinsi Kalimantan Utara yang meliputi Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan.

Dikutip dari situs Kominfo, pelaksanaan teknis penghentian Analog Switch Off (ASO) atau digitalisasi penyiaran, diatur melalui Peraturan Menteri Kominfo Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Dilakukan dalam lima tahap berdasarkan wilayah, di mana batas waktu seluruhnya tidak melewati 2 November 2022, pukul 24.00 WIB. Rincian tenggat waktu masing-masing tahapan antara lain: (a) Tahap I paling lambat 17 Agustus 2021; (b) Tahap II paling lambat 31 Desember 2021; (c) Tahap III paling lambat 31 Maret 2022; (d) Tahap IV paling lambat 17 Agustus 2022; dan (e) Tahap V paling lambat 2 November 2022. (*) MH Amal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

89 − 81 =