EDP Radio Pesona FM Samarinda sukses digelar, KPID Kaltim tekankan fungsi dan peran LPK di lingkungannya.

Jum’at (04/06) bertempat di ruang rapat tepian II Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) bersama pemohon yakni Radio Komunitas Pesona 107.7 FM milik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) atau yang kini telah berganti nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sulan Aji Muhammad Idris Samarinda.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan bagi Lembaga Penyiaran (LP) yang mengajukan perpanjangan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP). Seperti halnya radio pesona fm yang merupakan Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK) di lingkungan kampus UIN Samarinda yang telah habis masa berlaku IPPnya dan tengah mengajukan untuk perpanjangan IPP yang baru.

Meski masih dalam situasi pandemi COVID-19, hal ini tidak menyurutkan semangat LPK ini  untuk melaksanakan kegiatan EDP. Hadir membersamai secara luring dalam kegiatan tersebut jajaran komisioner KPID Kaltim, Akbar Ciptanto, Ali Yamin Ishak, Irwansyah, dan Yovanda Noni, serta komisioner KPID Kaltim yang turut hadir secara daring yakni Bawon Kuatno. Adapun narasumber kegiatan tersebut yakni dari Balai Monitoring (Balmon) Samarinda, yang diwakilkan oleh Roy.

Dalam sambutannya, Ketua KPID Provinsi Kaltim, Akbar Ciptanto menyampaikan kepada LPK radio pesona fm untuk dapat mendengarkan masukan dan saran dalam kegiatan EDP ini baik dari para Komisoner maupun narasumber yang hadir, untuk menjadikannya bahan untuk kemajuan media audio milik UIN Samarinda tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini terlaksana kegiatan evaluasi dengar pendapat dengan rekan-rekan dari radio pesona. Dengan semangat para rekan-rekan muda yang hadir pada hari ini harapannya dari hasil evaluasi yang diselenggarakan bisa mendorong kreativitas rekan-rekan lagi untuk kemajuan tidak hanya radionya namun juga dapat memberikan kebermafaatan bagi komunitasnya” jelas Akbar.

Secara filosofis sebuah radio komunitas didirikan untuk dapat mendorong komunitas di lingkungannya agar dapat berkembang dan maju dengan suguhan informasi yang memiliki kedekatan, dan juga berfungsi untuk kepentitingan komunitasnya. Hal ini selaras dengan saran dan masukan dari komisioner bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P) yakni Ali dan Yova yang menekankan pada fungsi LPK di lingkungan kampus dan juga menekankan pada performa Sumber Daya Manusia (SDM) yang direkrut didalam radio agar semakin kompeten, bahkan juga diimbau dapat terjun langsung untuk liputan pemberitaan.

“terkait informasi hingga berita-berita yang disampaikan melalui radio, tidak hanya membacakan berita yang telah di publikasikan oleh portal berita saja, akan tetapi, kawan-kawan radio pesona bisa terjun langsung ke lapangan agar dapat melakukan aktivitas jurnalistik secara langsung dan berinteraksi dengan para narasumber. Hal ini agar para SDM radio juga dapat terus mengasah keahlian dan kompetensi yang dimiliki, sehingga dapat meningkatkan kualitas LPK” tegas Yova.

Ditambahkan, KPID Provinsi Kalimantan Timur juga mengimbau kepada LPK radio pesona fm untuk tetap merujuk pada regulasi yang ada yakni Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siar (P3SPS), hal ini disampaikan oleh Komisioner Bidang Pengawasan Isi Siaran (PIS) Irwansyah dan Bawon Kuatno.

“dari pantauan dan analisis kami, serta dari layanan pengaduan masyarakat pun, radio pesona fm belum memiliki catatan hitam. Hal ini berarti, kawan-kawan telah melakukan aktivitas penyiaran yang sudah sesuai dengan regulasi atau aturan yang mengatur. Kami (KPID Kaltim, red) juga berharap LPK radio pesona giat untuk berkonsultasi dengan pihak-pihak yang kompeten di bidangnya terkait konten-konten yang ingin disiarkan”. Tutup Irwansyah.

Melalui Lembaga Penyiaran Radio Komunitas diharapkan akan terbangunnya komitmen dan konsistensi pengembangan pengetahuan melalui multimedia informasi, pendidikan, dan kepedulian sosial.

(sw-rrd/hms-kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 6