KPID Kaltim Tegur Dua Radio, Program Siaran Ada yang Dihentikan Sementara

SAMARINDA – KPID Provinsi Kaltim memutuskan memberikan sanki teguran administratif kepada 2 Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) Jasa Penyiaran Radio, yakni Radio Paras dan Radio RK. Bahkan salah satu radio tersebut mendapat sanksi penghentian sementara program siarannya.

Stasiun Radio yang mendapat sanksi teguran tertulis 1, yakni PT Kutai Berkah Media atau dikenal pula dengan nama udara Radio RK di frekuensi 88,1 FM. Pelanggaran terjadi pada program siaran “Zona Siang” tanggal 5 Maret 2021.

Radio RK diketahui memutar lagu “Cinta Malam Ini”, dimana didalam lirik lagu tersebut terdapat unsur bermuatan seksualitas. Kepada LPS Radio tersebut, KPID Provinsi Kaltim  pun memberikan sanksi administratif berupa Teguran Tertulis I (Satu).

Lain halnya dengan PT. Radio Parapa Raswarna yang juga mendapat sanksi oleh KPID Provinsi Kaltim pada program “MORNING BET – MUSIK MANCANEGARA”. Radio yang akrab di telinga pendengar dengan nama Paras FM ini, diketahui memutar lagu “Under the Influence” pada tanggal 2 dan 29 Maret 2021.

Didalam lagu tersebut dapat lirik yang juga bermuatan seksualitas. Dengan adanya temuan tersebut, dan menimbang bahwa pelanggaran tersebut sudah terjadi lebih dari satu kali, maka Radio Paras diberikan sanksi berupa penghentian sementara pada program siaran “MORNING BET – MUSIK MANCANEGARA” di frekuensi 103,5 FM selama 7 Hari, yakni mulai 22 hingga 28 April 2021.

Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, KPID Provinsi Kaltim, Irwansyah, pada forum klarifikasi dengan kedua media, menyayangkan adanya pelanggaran tersebut, dan mengimbau kepada keduanya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Tak hanya kedua LPS Radio yang hadir, dirinya juga mengimbau kepada seluruh LP di Kaltim agar mematuhi regulasi terkait penyelenggaraan penyiaran.

“Ditemukannya pelanggaran ini menandakan bahwa masih ada rekan-rekan LP yang perlu meningkatkan kewaspadaan dan ketelitian lagi. Mencermati dan lebih berhati-hati dalam mengawasi konten isi siaran di media mereka,” tuturnya.

Ditambahkannya, regulasi penyiaran sudah tertuang sangat jelas di Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Komitmen LP dalam melaksanakan aktivitas penyiaran yang harus lebih ditingkatkan.

“Harapannya semoga tidak ada pelanggaran yang dilakukan lagi kedepannya. Bahkan kalau bisa zero atau nihil temuan pelanggaran di masa akan datang. Dimohon juga untuk seluruh LP di Kaltim lebih bijak lagi, apalagi kita tengah berada pada bulan suci Ramadan. Kepada LP yang mendapatkan sanksi semoga dapat berbenah dan bangkit menjadi yang lebih baik,” Tegas proa yang biasa disapa dengan panggilan Irwan tersebut.

Pentingnya muatan informasi dan hiburan pada isi siaran yang sehat dan memperhatikan dampak bagi masyarakat. Karena itu, KPID Provinsi Kaltim juga menekankan pentingnya penerapan serta kepatuhan terhadap P3SPS dan EPI pada iklan guna meminimalisir terjadinya pelanggaran oleh lembaga penyiaran. Hal ini semata untuk selalu menjaga kualitas penyiaran di Bumi Etam.

(sw-rrd/hms-kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

28 + = 33