Evaluasi Pra Perpanjangan IPP Indosiar Balikpapan – Media Inspiratif dan hangat untuk masyarakat di Bumi Etam.

SAMARINDA – Santai namun tetap serius, kumpulan gagasan dari para Komisioner KPID Kaltim dalam Evaluasi Pra Perpanjangan IPP Lembaga Penyiaran Swasta Televisi Jaringan, yakni Indosiar Balikpapan, yang dilaksanakan Senin (19/04) di ruang rapat Tepian II, Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Berbagai masukan yang bersifat membangun disampaikan oleh jajaran komisioner kepada TV SSJ dari kota beriman, Balikpapan tersebut.

PT Indosiar Balikpapan Televisi ( Indosiar Balikpapan ) telah usai melaksanakan Evaluasi Pra Perpanjangan IPP untuk sepuluh tahun kedepan. Kegiatan Evaluasi tersebut diselenggarakan secara semi daring dengan menggunakan aplikasi meeting conference dan menerapkan protokol pencegahan penularan virus COVID-19. Tujuh Komisioner KPID Kaltim, Akbar Ciptanto, Bawon Kuatno, Irwansyah, Andi Muhammad Abdi, Hendro Prasetyo, Yovanda Noni, dan Ali Yamin Ishak yang sekaligus menjadi moderator pada kegiatan, hadir membersamai kegiatan tersebut baik secara daring maupun luring.

Adapun dari pihak Indosiar Balikpapan yang terdiri dari manajemen pusat dan daerah yakni, Gilang Iskandar, M. Aminuddin, Ekin Gabriel, Lewi Satria, Maksum Raf, Dukhaan Saputra, dan Koresponden Indosiar untuk Kalimantan Timur, Amir hadir secara virtual, sedangkan perwakilan Indosiar Balikpapan yakni Wahyudi dan Tirta hadir secara luring mengikuti pelaksanaan kegiatan di kota Samarinda.

Sebagai stasiun TV, kiprah Indosiar sudah tak perlu diragukan lagi. Eksistensinya sebagai salah satu TV yang hangat telah dirasakan seluruh keluarga di negeri ini. begitupula untuk publik atau masyarakat di lingkup daerah, para komisioner KPID Kaltim sebagai wakil publik bumi etam pun berharap Indosiar Balikpapan dapat mengisi ruang publik yang sehat dan berkualitas.

Apresiasi diberikan kepada Indosiar Balikpapan karena akhirnya sampai pada tahapan Evaluasi Pra Perpanjangan IPP, setelah sempat mengalami penundaan beberapa waktu yang lalu. Komitmen LPS TV ini untuk terus mengudara dan memberikan informasi serta hiburan bagi masyarakat lokal Kaltim sejak pertama kali hadir, dan untuk satu dasawarsa kedepannya, disampaikan selama sesi presentasi program dan proyeksi LP tersebut.

Atmosfir kegiatan pun kian menghangat saat sesi diskusi antar komisioner dengan pihak LP berlangsung. Beberapa catatan penting disampaikan oleh para komisioner dan direspon secara interaktif baik oleh perwakilan manajemen yang berada di Samarinda, maupun pihak manajemen yang hadir secara virtual. Aspek program siaran menjadi satu dari beberapa catatan yang menjadi perhatian khusus. Hal ini disampaikan oleh Komisioner sekaligus Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran (PIS) yakni Irwansyah, yang mengingatkan kepada LP tentang pentingnya kepatuhan terhadap UU Penyiaran dan P3SPS serta imbauan untuk meminimalisir potensi pelanggaran pada konten isi siaran pada perencanaan program siaran untuk sepuluh tahun kedepan.

Selaras dengan pernyataan Irwansyah, Komisioner bidang PIS sekaligus Wakil Ketua KPID Kaltim pun menambahkan pada aspek program siaran Indosiar Balikpapan agar meningkatkan persentase lokal, dan tidak hanya berhenti di minimal ketentuan 10% namun dapat lebih dari itu. Apresiasi juga diberikan pada program-program lokal unggulan dari Indosiar Balikpapan seperti Berita Kaltim misalnya, yang telah memberitakan informasi informasi terkini di daerah kepada masyarakat. Bawon pun memberikan sugesti kepada LP Televisi tersebut untuk turut serta memperhatikan detail pada siaran tak hanya konten saja namun secara keseluruhan seperti presenter dan pengisi acara agar sesuai dengan norma dan atau identitas lokal yang ada di kota Balikpapan agar dapat serasi. Penayangan siaran di jam utama atau prime time pun menjadi sorotan dan harapannya dapat ditingkatkan oleh Indosiar Balikpapan untuk masa yang akan datang.

Lokalitas dalam pengemasan konten siaran pada Indosiar Balikpapan tidak hanya menjadi judul dari informasi ataupun tajuk semata dalam program. Kelokalan tersebut harus diwujudkan secara serius dengan mencermati lagi unsur kedekatan atau proximity dengan publik dalam hal ini masyarakat daerah. Komisioner KPID Katim Bidang Kelembagaan yakni Andi M Abdi dan Hendro Prasetyo yakin Indosiar Balikpapan  mampu memaksimalkan lokalitas tersebut dengan terus melibatkan SDM maupun stakeholder di daerah untuk terus bersinergi agar dapat bersama merealisasikan visi dan misi yang diinginkan baik dari LP maupun daerah sendiri.

Kalimantan Timur sebagai Provinsi dengan beragam kekayaan mulai dari adat, budaya, dan lainnya sangat memiliki potensi untuk terus digali informasinya dan disebarluaskan baik secara lokal, nasional, bahkan internasional. Komisioner Bisang PS2P, Ali Yamin Ishak dan Yovanda Noni mendukung segala upaya yang telah dikerahkan Indosiar Balikpapan  sejauh ini dan berharap stasiun TV ini dapat memaksimalkan terutama pada pemenuhan tontonan yang ramah anak, dan juga kebudayaan serta kearifan lokal. Lebih lanjut, Koordinator Bidang PS2P KPID Kaltim, Ali menambahkan semoga seluruh prosesi perolehan perpanjangan IPP Indosiar Balikpapan dapat berjalan dengan lancar dan tanpa kendala. Ali pun menegaskan bahwa KPID Kaltim akan senantiasa terbuka dan turut serta mendampingi seluruh LP dalam melaksanakan berbagai kebutuhan terkait pelaksanaan penyiaran di Kalimantan Timur.

Masuknya era digitalisasi di daerah dan rencana pelaksanaan Analog Switch Off (ASO) 2022 yang kini secara bertahap direalisasikan oleh Kalimantan Timur terutama pada zona 1 ditargetkan pada bulan Juni tahun 2021. KPID Kaltim pun berharap kerjasama Indosiar Balikpapan sebagai salah satu penyelenggara mux untuk turut menyukseskan ASO di Kaltim dan terus berkoordinasi baik dengan KPID Kaltim maupun dengan pemerintah.

Baik Komisioner maupun pihak Manajemen Indosiar Balikpapan antusias dengan berbagai diskusi gagasan yang terlaksana pada kegiatan evaluasi tersebut. Indosiar Balikpapan pun berterimakasih kepada seluruh pihak dan menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi membangun penyiaran berkualitas di Kaltim serta berharap kepada pemerintah agar kedepannya dapat terus mendampingi dan menfasilitasi kebutuhan media penyiaran terlebih saat ini Kalimantan Timur juga sedang berproses menuju IKN.

“terima kasih kepada bapak ibu Komisioner atas antusiasmenya yang luar biasa. Berbagai masukan telah kami dapatkan dan semoga dapat menjadi dorongan bagi kami menuju ke arah yang lebih baik lagi.” ujar Gilang.

“KPI Pusat dan KPI Daerah Kalimnatan Timur terus berupaya memberikan pendampingan kepada seluruh Lembaga Penyiaran dalam setiap proses pelaksanaan penyiaran. Sebagi mitra untuk pemerintah, dan LP, serta representasi atau wakil publik yang memperjuangkan hak-hak masyarakat untuk memperoleh siaran yang berkualitas. Evaluasi hari ini berjalan dengan lancar dan banyak melahirkan poin poin yang kedepannya juga akan segera ditindaklanjuti oleh KPID Kaltim. Terakhir, terkait digitalisasi yang menjadi salah satu fokus utama kita saat ini, untuk masyarakat jangan takut beralih ke digital, dan untuk TV lokal semoga dapat segera bermigrasi serta mengisi slot untuk dapat memaksimalkan siaran di daerah kita tercinta” tegas Akbar.

Setelah dilaksanakannya kegiatan evaluasi pra perpanjangan IPP ini juga diharapkan Indosiar Balikpapan mampu meningkatkan fungsinya sebagai media penyiaran dan dapat terus bersaing dalam menyajikan konten konten pilihan yang dibutuhkan oleh masyarakat Kaltim pada umumnya, dan Balikpapan pada khususnya.

(sw-rrd/hms-kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 6 = 2