Tak hanya sekadar tontonan melainkan tuntunan, KPID bersama Diskominfo dan MUI Kaltim ajak Lembaga Penyiaran untuk bijak dalam bersiaran selama bulan suci Ramadhan.

SAMARINDA – Tinggal menghitung hari saja, bulan Ramadhan akan segera tiba. Dalam rangka menyambut bulan yang suci dan penuh berkah tersebut, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kaltim bersama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) Provinsi Kaltim, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kaltim gelar Silaturahmi sercara virtual bersama puluhan Lembaga Penyiaran baik Radio maupun Televisi yang ada di Bumi Etam.

Kegiatan tersebut dilaksanakan via aplikasi meeting conference yakni zoom pada hari Rabu (07/04) pukul 10.00 WITA. Jajaran Komisioner KPID Kaltim yang hadir dalam kegiatan yakni Akbar Ciptanto, Andi Muhammad Abdi, Ali Yamin Ishak, Yovanda Noni, dan Irwansyah yang juga bertindak sebagai moderator acara, serta Bawon Kuatno yang sekaligus menjadi pemateri dalam kegiatan ini. Hadir membersamai kegiatan dan memberikan sambutannya, Kepala Diskominfo Kaltim yakni Muhammad Faisal. Adapun dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim diwakili oleh Drs. H. Muh. Khozin, M.Pd.

Dalam sambutannya, Faisal mengapresiasi partisipasi para Lembaga Penyiaran baik Radio maupun Televisi di Kaltim yang bergabung dalam kegiatan virtual tersebut. Lembaga Penyiaran (LP) baginya memiliki peran yang penting dalam penyampaian informasi baik itu berupa peristiwa, hingga sosialisasi program pemerintah kepada masyarakat.

“Lembaga Penyiaran dengan posisinya yang strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan berbagai kebutuhan informasi bagi seluruh masyarakat Kaltim, saya harap khususnya pada bulan Ramadhan dapat memberikan siaran yang sejuk, dapat menyajikan konten siaran yang kondusif dan sesuai dengan suasana Ramadhan” jelas Faisal.

MUI Kaltim pun memberikan beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh LP selama memproduksi konten siaran, serta terbuka dengan LP apabila ingin berkonsultasi secara langsung baik itu untuk konsep acara yang ingin disiarkan hingga pengisi acara yang sesuai standar maupun telah diverifikasi oleh MUI.

Komisioner KPID Kaltim berharap selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini mampu memotivasi LP untuk berinovasi mengemas produk siaran yang tetap mengacu pada regulasi dan juga kondisi terkini yang tengah dialami oleh masyarakat. Dalam kesempatannya, Bawon Kuatno, Wakil Ketua KPID Kaltim, sekaligus Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran pun menambahkan harapannya agar di tahun 2021 ini LP di Kaltim bisa zero pelanggaran, atau dengan kata lain tidak ditemukan pelanggaran yang dilakukan.

“Kepada seluruh LP harapannya dengan adanya pertemuan dini yang kita gagas pada hari ini dapat menjadi semangat untuk berkreasi memproduksi siaran yang berkualitas di bulan yang penuh berkah. Tak hanya di bulan ini harapannya juga dapat konsisten di masa-masa yang akan datang. Semoga di tahun 2021 ini bisa zero pelanggaran” ujar Bawon.

Senada dengan Bawon, Komisioner bidang Kelembagaan KPID Kaltim, Abdi juga berharap LP dapat memaksimalkan koordinasi, dan komunikasi baik itu dengan KPID, Diskominfo, maupun MUI, terkait kebutuhan konsultasi untuk perencanaan, produksi, hingga pelaksanaan penyiaran bila dibutuhkan. Abdi pun mengimbau dapat menekankan waktu prime time pada bulan Ramadhan yakni pada saat sahur dan berbuka puasa.

“LP baik radio maupun TV dapat memaksimalkan koordinasi hingga konsultasi bila dibutuhkan, misal untuk pengisi acara, atau topik-topik yang pas dirasa untuk siaran Ramadhan. Selain harapan zero pelanggaran, saya juga berharap kepada LP terutama pada waktu prime time Ramadhan yakni saat sahur dan berbuka puasa, agar dapat diisi dengan konten siaran yang baik, menarik, dan mendidik” tegas Abdi.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini juga sebagai upaya pendampingan negara dalam memastikan terpenuhinya hak publik untuk mendapatkan siaran terbaik, khususnya pada saat bulan Ramadhan.

(sw-rrd/hms-kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

29 − 19 =