Semakin dekat menuju ASO 2022, KPID Kaltim hadiri rapat koordinasi dengan Balmon dan Diskominfo

SAMARINDA – Sinergi dalam menyukseskan Analog Switch Off (ASO) yang ditargetkan maksimal pada akhir tahun 2022 terus dijalankan. Selasa (23/02) bertempat di Kantor Balmon Samarinda, Komisioner KPID Kaltim, Akbar Ciptanto, Bawon Kuatno, dan Irwansyah hadir dalam rapat koordinasi dengan agenda persiapan pelaksanaan ASO tersebut.

Hadir dalam rapat yang digelar secara luring namun tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19, Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim, Muhammad Faisal, beserta perwakilan Diskominfo kota Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Bontang. Disambut dengan antusias, wacana realisasi ASO di Bumi Etam tersebut memantik adanya diskusi interaktif berupa gagasan-gagasan dalam rangka menyukseskan pelaksanaan ASO.

Masuk dalam daerah layanan Kaltim 1, Samarinda, Bontang, dan Kutai Kartanegara ditargetkan akan beralih ke siaran digital pada 30 Juni 2021. Faisal dalam kesempatannya mengajak seluruh pihak untuk bekerjasama dalam meyukseskan peralihan teknologi tersebut.

“Kita sepakat di Juni 2021 kita upayakan pelaksanaan Analog Switch Off . Tentu selain pihak-pihak yang mengatur dan mengawal pelaksanaan ASO ini nantinya kita juga akan ajak rekan-rekan TV di Kaltim untuk berdiskusi dan bersinergi bersama. Pemerintah optimis untuk realisasi ASO untuk sajian Televisi yang lebih baik, bersih, jernih, berkualitas, canggih, dan free.” ujar Faisal.

Partisipasi Publik Daerah dalam Penyiaran Digital

Selaras dengan arahan dari Kepala Diskominfo Kaltim, KPID Kaltim pun mengimbau partisipasi dari seluruh pihak untuk mewujudkan harapan Kaltim agar dapat beralih ke siaran digital. Keterlibatan insan penyiaran daerah dalam digitalisasi ini harus didukung oleh kemampuan daerahnya. Daya sokong daerah yang kuat akan menentukan kehadiran dan keberlangsung industri tersebut.

Selain aktif berkoordinasi, audiensi dan sosialisasi, Komisioner sekaligus Ketua KPID Kaltim, Akbar Ciptanto pun menambahkan pentingnya ketersediaan infrastruktur digital dalam peralihan teknologi penyiaran tersebut. Hal ini untuk memudahkan, serta memberi peluang kepada Industri penyiaran di daerah agar terus berkembang.

“ Harapan kita pada akhir Juni tahun 2021, Kaltim sudah bersiaran secara digital , kemudian banyak tahapan yang kita lakukan salah satunya yang kita lakasanakan hari ini yaitu koordinasi, kemudian akan diagendakan mengadakan pertemuan dengan seluruh Televisi baik LP yang ada di Samarinda, Bontang, dan Tenggarong yang masuk dalam Zona Kaltim 1 untuk bertemu untuk segera beralih ke siaran digital. Serta kita juga berupaya KPID untuk meminta kepada Bhakti atau Kementerian Kominfo untuk membantu dalam Set Top Box gratis bagi masyarakat yang kurang mampu, semua untuk kepentingan masyarakat dan pelaku industri penyiaran demi berkualitasnya penyiaran di daerah kita” tegas Akbar.

Masyarakat jangan takut untuk migrasi analog ke digital.

Melalui penyiaran digital pula masyarakat dari Sabang sampai Merauke bisa mendapatkan informasi yang berkualitas dan hiburan yang sehat, dengan beragam pilihan saluran siaran secara gratis. Akbar pun menambahkan masyarakat tidak harus takut dengan adanya peralihan teknologi ini.

“kami (KPID Kaltim, red) berharap masyarakat tidak perlu khawatir karena ini hanya peralihan saja dari analog ke digital, kita akan berusaha membantu untuk migrasi teknologi tersebut. TV lama masih bisa dipakai , untuk set top box diupayakan gratis dari program yang direncanakan oleh pemerintah juga, semoga seluruh masyarakat dapat menikmati siaran digital” tutup Akbar.

(sw-rrd/hms-kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

43 − 40 =