Gali Potensi Lokal hingga bersinergi dengan Pemerintah, EUCS BNTV Kaltim dan Magna Channel Kaltim Sukses digelar

SAMARINDA – Evaluasi Uji Coba Siaran 2 Lembaga Penyiaran Swasta Televisi Digital yakni BNTV Kaltim dan Magna Channel Kaltim telah diselenggarakan. Kegiatan yang dilaksanakan secara semi daring ini dihadiri oleh Kepala Diskominfo Provinsi Kaltim dan jajaran Komisioner KPID Kaltim, Kamis (18/02) bertempat di ruang rapat Ruby, Hotel Mercure, Samarinda.

Hadir secara luring Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, bersama Jajaran Komisioner KPID Kaltim yakni Akbar Ciptanto, Bawon Kuatno, Irwansyah, Hendro Prasetyo, dan Ali Yamin Ishak. Adapun Komisioner lainnya yakni Andi Muhammad Abdi dan Yovanda Noni turut serta membersamai via daring dengan menggunakan aplikasi meeting conference yakni Zoom.

Pihak Direksi LPS TV BNTV Kaltim dan Magna Channel Kaltim pun hadir secara virtual serta menugaskan pula perwakilannya yakni Kepala TV Jaringan Media Grup, Suranto dan Penanggung Jawab Bidang Hukum untuk Media Grup, Sekarressie Pathria Zhahara.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 7/JDPPI.4/P.I.03.03/01/2020 tentang pemberitahuan pelaksanaan Evaluasi Uji Coba Siaran (EUCS). EUCS merupakan salah satu dari persyaratan LP untuk mendapatkan IPP tetap. Hal ini pun sesuai dengan Keputusan Menteri Kominfo No. 18 tahun 2012 tentang persyaratan dan tata cara perizinan penyelenggaraan penyiaran. Tugas dan fungsi KPID Kaltim adalah untuk menilai Lembaga Penyiaran yang mengikuti EUCS diperbolehkan atau tidak untuk mendapatkan IPP tetap.

Sesi diskusi berupa tanya jawab berlangsung dengan amat interaktif. Baik pihak LP maupun narasumber yakni Kepala Diskominfo Kaltim beserta seluruh Komisioner KPID Kaltim kompak satu visi untuk evaluasi kedua media tersebut ke arah yang lebih baik dan saling bersinergi satu dengan yang lainnya.

Muhammad Faisal, selaku kepala Diskominfo Kaltim mengapresiasi kehadiran kedua LPS TV tersebut dan berharap baik BNTV Kaltim dan Magna Channel Kaltim menyuguhkan konten yang variatif serta dapat bermitra dengan pemerintah untuk mensosialisasikan berbagai kebijakan pemerintah, hingga menjadi media yang dapat turut membantu mendorong konten lokal Kaltim agar dapat disiarkan secara nasional.

“Kita (Diskominfo, red) harap berbagai konten lokal di Kalimantan Timur bisa dibantu untuk didorong ke nasional. Dan harapannya juga untuk BNTV Kaltim dan Magna Channel Kaltim dapat berkembang terus kedepannya dan menjadi kebanggan kita semua. Pemerintah pun secara terbuka menerima jika ada proyeksi kerjasama yang direncanakan oleh BNTV Kaltim dan Magna Channel Kaltim kedepannya, untuk satu visi yaitu membangun Kalimantan Timur.” Ujar Faisal.

Selaras dengan apresiasi yang diberikan oleh Faisal, Para Komisioner KPID Kaltim juga mendukung program-program dan konten siaran yang disuguhkan oleh kedua media, dengan catatan tetap memperhatikan regulasi yang mengatur serta selalu berpedoman pada P3SPS dalam setiap aktivitas penyiaran yang dilakukan. Inovasi dan komitmen kedua LP pada saat evaluasi menjadi sorotan utama yang diperhatikan komisioner mengingat EUCS juga penting untuk menjadi salah satu tolak ukur kepatuhan LP terhadap regulasi kedepannya. Catatan penting lainnya yang diberikan yakni mengenai persentase siaran lokal, konten terkait Kesiapan Kaltim sebagai IKN, konten ramah anak, hingga konten siaran seputar ekonomi masyarakat dan lainnya. Menanggapi berbagai masukan dan saran yang diberikan, perwakilan BNTV Kaltim dan Magna Channel pun berterimakasih dan menyambut dengan baik serta berkomitmen akan selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi Kalimantan Timur.

“Alhamdulillah, kita telah selesai melaksanakan EUCS dengan KPID Kaltim juga DISKOMINFO Kaltim. Dengan adanya segala kritik, masukan, dan saran yang diberikan harapannya dapat menjadi motivasi untuk BNTV Kaltim dan Magna Channel Kaltim untuk lebih berkembang baik dari segi konten siaran, hingga SDM nya juga” tutur Sekarressie.

(sw-rrd/hms-kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

88 + = 97