Sebagai penyejuk hingga kawan siar bagi para pendengar, EDP KPID Kaltim bersama Radio Dakwah Suara Darussalam (Darussalam FM).

Sebagai penyejuk hingga kawan siar bagi para pendengar, EDP KPID Kaltim bersama Radio Dakwah Suara Darussalam (Darussalam FM).

SAMARINDA – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur telah melaksanakan kegiatan Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) bersama dengan pemohon yaitu PT. Radio Dakwah Suara Darussalam (Darussalam FM) pada kamis (14/01) bertempat di ruang rapat Tepian 1, lantai 2, Gedung A Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran virus COVID-19, yaitu dengan menjaga jarak, kebersihan dan menggunakan masker.

Sebagai salah satu Lembaga Penyiaran Swasta, Jasa Penyiaran Radio yang mengudara di kota Samarinda, Radio Darussalam FM aktif menyiarkan Siaran Dakwah, Iklan Niaga, hingga informasi-informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan EDP yang merupakan salah satu tahapan dalam proses permohonan perpanjangan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) ini dihadiri oleh jajaran Komisioner KPID Kaltim yakni Akbar Ciptanto, Bawon Kuatno, Andi Muhammad Abdi, Hendro Prasetyo, dan Yovanda Noni yang juga bertindak sebagai pimpinan sidang. Adapun narasumber yang hadir dan memberikan masukan serta saran yaitu dari Diskominfo Kota Samarinda yang diwakili oleh Henri Fauli dan dari Balai Monitoring Kota Samarinda yang diwakili oleh Adha Trisna Lidya dan M.Alif Anhasdio Fajri.

Dalam hal aspek teknis dari Balai Monitoring mengapresiasi Radio Darussalam yang telah sesuai dengan ketentuan baik itu Database baik itu database dan secara teknis telah Sinkron, serta telah sesuai dengan frekuensi yang ada. Masukan lain pun diberkan oleh Diskominfo Kota Samarinda yaitu agar LPS Radio tersebut dapat menambahkan program ataupun konten siaran dengan segmentasi remaja, dan menyiarkan tentang Sektor Ekonomi Syariah, serta dapat mensosialisakan kebijakan-kebijakan pemerintah kepada pendengar secara luas.

Komisioner KPID Kaltim memberikan catatan-catatan penting diantaranya terkait format siaran, persentase Siaran Iklan Niaga yang dapat dimaksimalkan hingga 20%, serta quality control Sumber daya Manusia (SDM) hingga narasumber-narasumber yang dihadirkan pada konten acara siaran di media tersebut. Tak lupa Komisioner KPID Kaltim pun mengimbau kepada tak hanya Radio darussalam FM, namun kepada seluruh Lembaga Penyiaran yang ada di Kalimantan Timur agar selalu mematuhi Pedoman Perilaku Penyiaran Standar Program Siar (P3SPS) serta Etika Pariwara Indonesia (EPI) dalam menyelenggarakan seluruh aktifitas siaran.

“Radio Darussalam FM harus selalu eksis dan menjaga kualitas bahkan meningkatkan progress untuk kedepannya. Siaran-siaran dakwah yang dihadirkan serta konten siarannya diharapkan tidak hanya sebagai penyejuk bagi pendengar, namun juga tetap tersaring dengan baik, bermanfaat, dan yang terpenting tidak provokatif, dan selalu menjunjung tinggi persatuan” jelas Hendro Prasetyo, Komisioner KPID Kaltim bidang Kelembagaan.

Pihak Radio Darussalam FM, Amirullah, sebagai Koordinator bidang Penyiaran dan Pemberitaan Radio Darussalam FM pun berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses permohonan perpanjangan IPP yang mereka ajukan, serta akan menjadikan hasil evaluasi sebagai semangat mereka untuk berkembang kedepannya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih dengan terselenggaranya EDP pada hari ini. Dari kegiatan evaluasi ini kami akan menjadikannya sebagai motivasi kami kedepannya, untuk kemajuan radio kami agar dapat lebih baik lagi.” ujar Amirullah.

Kegiatan EDP sejatinya tidak hanya memberikan evaluasi semata, namun juga membicarakan tentang proyeksi demi perbaikan dan kemajuan Lembaga Penyiaran (LP). KPID Provinsi Kaltim pun selalu terbuka apabila LP ingin berkonsultasi perihal kendala yang dihadapi maupun koordinasi satu sama lainnya.

sw-rrd/hms-kpid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 + 8 =