Menutup Tahun, KPID Kaltim jatuhkan sanksi teguran tertulis kepada 4 LP Radio

SAMARINDA – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur memberikan sanksi administratif berupa teguran tertulis kepada sejumlah Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) Jasa Penyiaran Radio. Sebanyak 4 Radio di kota Tepian ditemukan telah mengabaikan Pedoman Perilaku Penyiaran dan melanggar Standar Program Siar (P3SPS) hingga Etika Pariwara Indonesia (EPI).

Keempat radio yang diputuskan memperoleh surat teguran tertulis antara lain Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 2, Radio Metro Mulawarman, Radio Paras, dan Radio Borneo FM. Pelanggaran pada konten siaran yang ditemukan yaitu berupa lagu hingga iklan yang disiarkan oleh media tersebut. Sanksi untuk 3 LP Radio yang melanggar Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Nomor 02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran Pasal 20 Ayat (1) , “Program siaran dilarang berisi lagu dan video klip yang menampilkan judul dan/atau lirik bermuatan seks, cabul, dan/atau mengesankan aktifitas seks”.

Media-media tersebut yakni Radio RRI Pro 2 Samarinda yang menyiarkan lagu “Kiss and Make Up”oleh Dua Lipa & Blackpink pada program siaran “Samarinda Pagi Ini”, Radio Metro Mulawarman yang menyiarkan lagu “Tak Antem Watu” oleh Nella Kharisma program siaran “Sobat Asoy” . dan Radio Paras yang menyiarkan lagu “Do it again” & “Sexual Healing” pada program siaran “MORNING BAT-POP MANCANEGARA”.

Adapun dari program siaran beserta media yang mendapatkan teguran terkait program iklan yakni program siaran “Ngobras Sajian Musik Pop Indonesia, Zona Siang dan Zona Sore”  oleh Radio Borneo 96.0 FM yang menyiarkan iklan “Dr.Sdisni” yang menggunakan kata/kalimat krim pemutih bukan kaleng-kaleng, dijamin tidak menimbulkan efek samping, iklan herbal “King Kunyit” terdapat kalimat produk yang berkualitas dan tanpa efek samping, serta iklan “Bio 7” yang pada iklannya terdapat kalimat 100% alami dan tanpa efek samping. Iklan-iklan tersebut memuat kata berunsur superlatif dan berdasarkan Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 02/P/KPI/03/2012 tentang Standar Program Siaran Pasal 58 ayat 4(f), “Program siaran iklan dilarang menayangkan: upaya menyembunyikan, menyesatkan, membingungkan, atau membohongi masyarakat tentang kualitas, kinerja, harga sebenarnya, dan atau ketersediaan dari produk dan/atau jasa yang diiklankan.

KPID Provinsi Kaltim berharap, kepada semua Lembaga Penyiaran baik Publik, Swasta, Komunitas maupun Berlangganan, agar mematuhi Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) 2012 dan terus memperbaiki isi acara sesuai dengan semangat menjaga kualitas dan sehatnya penyiaran di Bumi Etam. Muatan informasi dan hiburan harus menyehatkan dan memperhatikan dampak bagi masyarakat. Karena itu, KPID Provinsi Kaltim juga menekankan pentingnya penerapan serta kepatuhan terhadap P3SPS dan EPI guna meminimalisir terjadinya pelanggaran oleh lembaga penyiaran.

(sw-rrd/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 1