EDP Heartline FM Samarinda : Pertahankan Pencapaian dan Tingkatkan Performa Siaran.

SAMARINDA – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur bersama Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) Jasa Penyiaran Radio, yakni PT. Radio Suara Sejahtera Samarinda, atau yang akrab pula ditelinga pendengar dengan nama udaranya yaitu Heartline FM telah usai melaksanakan Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) pada Jum’at 11 Desember 2020 bertempat di ruang rapat Tepian 1 Kantor Gubernur Kaltim.

Menjadi salah satu rangkaian proses dalam tahapan permohonan perpanjangan Izin Penyelenggaraan Siaran (IPP), kegiatan EDP Radio Heartline FM berjalan dengan lancar dan interaktif, dengan tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran virus COVID – 19, dengan menjaga jarak, kebersihan, dan menggunakan masker.

EDP dihadiri oleh jajaran Komisioner KPID Kaltim diantaranya ialah Akbar Ciptanto, Irwansyah, Andi Muhammad Abdi, Hendro Prasetyo, Yovanda Noni, dan Bawon Kuatno yang sekaligus bertindak sebagai pimpinan sidang. Adapun narasumber yang turut serta hadir dalam kegiatan, dan memberikan masukan hingga saran yaitu Henri Fauli dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kota Samarinda, Wandan Dewi dari Humas Pemkot Samarinda, dan Hadi Santoso dari Balai Monitoring kota Samarinda. Adapun dari pihak Radio Heartline FM Samarinda yang hadir yaitu Yohana Heni Triana bersama staff.

Sesi acara dimulai dengan pemaparan kepada narasumber dan audiens yang hadir, berupa presentasi profil radio Heartline FM Samarinda hingga program-program yang disiarkan oleh radio yang mengudara di Kota Tepian ini. Dari eksistensinya, radio Heartline FM menuai respon yang positif hingga apresiasi. Pemerintah kota Samarinda yakni Humas Pemkot dan Diskominfo menyarankan kepada radio Heartline FM untuk memaksimalkan interaksi dengan pendengar dalam hal ini masyarakat, yaitu dengan memanfaatkan berbagai media sosial yang banyak digandrungi oleh publik saat ini seperti Instagram, twitter, dan Youtube. Tak hanya itu saja, koordinasi dan kemitraan radio dengan pemerintah diharapkan juga dapat terjaga, terutama untuk sosialisasi program pemerintah, dan iklan layanan masyarakat.

Selama 5 tahun terakhir radio Heartline FM tidak memiliki catatan pelanggaran dalam bersiaran. Hal ini diapresiasi oleh jajaran Komisioner KPID Kaltim. Adapun masukan dan saran yang diberikan oleh para Komisioner untuk performa radio ini kedepannya meliputi format siaran radio, persentase konten pada program siaran, dan imbauan kepada radio Heartline FM Samarinda agar menghindari konten siaran yang berpotensi mengandung SARA ataupun unsur-unsur sensitif lainnya.

“kami, seluruh Komisioner KPID Kaltim memberikan apresiasi kepada radio Heartline FM Samarinda atas pencapaiannya selama ini. Meski demikian, kedepannya masih ada beberapa catatan untuk LP ini yaitu pada proposal yang diajukan masih terdapat data yang tidak sinkron dengan lapangan, harapannya dapat diperbaiki dan mudah-mudahan 5 tahun kedepan Heartline FM mengalami peningkatan dalam hal siaran, dan juga dapat selalu bermanfaat bagi masyarakat” jelas Yovanda Noni, Komisioner KPID Kaltim bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P)

Radio Heartline FM pun berterimakasih dengan terselenggaranya kegiatan EDP tersebut. Masukan dan saran yang diberikan oleh para Komisioner KPID Kaltim dan narasumber yang hadir menjadi catatan penting, dan akan dijadikan perbaikan untuk masa yang akan datang.

“terima kasih kepada Bapak dan Ibu Komisioner serta narasumber. Komitmen kami untuk masyarakat pendengar setia radio kami, tentunya segala masukan dan saran kami terima. Dari saran KPID Kaltim kami akan tingkatkan siaran, dan dari pemerintah pun kami akan perkuat kolaborasi yang ada” pungkas Yohana.

(hms/kpid)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

90 − 80 =