Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Penyiaran PILKADA 2020 di Kalimantan Timur

SAMARINDA – PILKADA Serentak 2020 baru saja digelar, pemungutan suara telah dilangsungkan pada tanggal 09 Desember 2020. Kalimantan Timur menjadi salah satu provinsi di tanah air yang turut serta menggelar pesta demokrasi tersebut. Bersama dengan gugus tugas pengawasan kampanye Pilkada 2020 yang terdiri dari berbagai Lembaga yaitu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) , Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Dewan Pers melaksanakan tugas-tugasnya baik di tingkat pusat maupun ditingkat daerah. Tak terkecuali KPID Kaltim yang menjalankan amanah serta fungsi tugasnya pada momentum demokrasi PILKADA 2020.

Sejak tanggal 26 September 2020 – 09 Desember 2020 tim Pemantau KPID Kaltim telah menjalankan tugasnya dalam hal mengawasi pelakasanaan penyiaran khususnya terkait PILKADA 2020 di Kaltim. Pengawasan siaran PILKADA 2020 tersebut mecakup seluruh penyiaran oleh Lembaga Penyiaran (LP) di Kaltim secara umumnya, dan dengan intens
di kota Samarinda dan kabupaten Kutai Kartanegara.

Hasil pengawasan tim pemantau disampaikan pada rapat koordinasi dan evaluasi pengawasan penyiaran PILKADA 2020 pada hari Kamis (10/12) bertempat di ruang rapat Tepian 1 Kantor Gubernur Kaltim. Rapat tersebut dihadiri oleh Komisioner sekaligus Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPID Kaltim, Irwansyah, dan Komisioner sekaligus Wakil Ketua KPID Kaltim, Bawon Kuatno.

Selain mendengarkan hasil pengawasan dari tim pemantau, kedua Komisioner KPID Kaltim bidang Pengawasan Isi Siaran juga mengajak kepada tim Pemantau untuk berdiskusi terkait teknis pengawasan, hingga hambatan yang mungkin dihadapi oleh masing-masing saat menjalankan tugasnya. Apresiasi pun diberikan kepada tim pemantau yang telah bekerja dengan maksimal untuk mengawasi kegiatan pelaksanaan penyiaran khususnya pada momentum PILKADA 2020 di Bumi Borneo.

“Kami (KPID Kaltim, red) berterimakasih kepada tim pemantau yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Adapun kedepannya semoga tim pemantau dapat menjaga performa dan meningkatkan skill pengawasan dengan terus mengasah kemampuan.” ujar Irwansyah.

Secara umum pelaksanaan kegiatan penyiaran PILKADA 2020 di Kaltim dijalankan dengan tertib oleh Lembaga Penyiaran. Kepatuhan akan regulasi yang ada menjadi hal utama yang tak hentinya diimbau kepada seluruh media penyiaran yang diawasi oleh KPI dan juga KPID. Adapun untuk LP di Kaltim baik radio maupun televisi diharapkan untuk mempertahankan serta meningkatkan partisipasinya pada pesta demokrasi di masa yang akan datang, namun tetap dengan catatan harus berimbang dan tetap patuh pada regulasi yang mengaturnya.

“Kedepannya semoga seluruh LP di Kalimantan Timur dapat memaksimalkan Partisipasi / Peran serta pada momentum demokrasi seperti Pemilihan Umum, PILKADA, dan lainnya. Terutama pada hal terkait sosialisasi kepada masyarakat dengan porsi yang berimbang antar paslon, agar publik mengetahui siapa saja calon pemimpin mereka. Iklan-iklan yang bersifat edukatif dan mengajak untuk meramaikan pesta demokrasi juga diharapkan dapat dimaksimalkan untuk kedepannya dengan catatan tetap mematuhi aturan yang ada” jelas Bawon.

Tak hanya itu saja, KPID Kaltim pun berharap, kepada seluruh masyarakat kaltim untuk dapat pro aktif dalam mengirimkan aduan terkait dugaan pelanggaran konten siaran oleh LP yang ada di Kaltim. Hal ini mengingat sejatinya frekuensi yang digunakan oleh LP dalam bersiaran adalah milik publik atau masyarakat. Sebagai pemilik frekuensi siaran di tanah etam, masyarakat juga memiliki andil dalam mewujudkan siaran yang baik, sehat, dan berkualitas.

(hms/kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 8 = 1