EDP BAHANA FM DAN PERSADA FM: TERUS BERINOVASI MENYAJIKAN INFORMASI

SAMARINDA – Selasa (20/10) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur telah rampung melaksanakan kegiatan Evalusi Dengar Pendapat (EDP) bersama 2 Lembaga Penyiaran Jasa Penyiaran Radio yakni PT Radio Bahana Suara Persada (Bahana FM), dan Radio Gema Baya Persada (Persada FM), yang masing-masing tengah mengajukan perpanjangan izin bersiaran untuk 5 tahun mendatang. EDP sebagai salah satu dari serangkaian tahapan permohonan perpanjangan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) ini berjalan lancar dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan penularan virus COVID-19.

Jajaran Komisioner KPID Provinsi Kaltim yang turut serta dalam kegiatan ini antara lain Bawon Kuatno, Irwansyah, Ali Yamin Ishak, Yovanda Noni, Andi Muhammad Abdi, dan Hendro Prasetyo yang sekaligus bertindak senagai pimpinan sidang. Narasumber yang hadir dalam kegiatan ini yaitu dari Humas Setda Pemprov Kaltim yang diwakili oleh Andik Riyanto, dan dari Balai Monitor kelas I Samarinda, Asep Mulyadi.

EDP berjalan dengan sangat interaktif antara pihak LP bersama dengan jajaran komisioner dan narasumber lainnya. Kedua LP yakni Bahana FM yang mengudara di Kutai Timur, dan Persada FM yang mengudara di Kutai Kartanegara telah mempresentasikan profile radio mereka dengan baik dan mendapatkan beberapa catatan guna perbaikan untuk kedua LP tersebut, diantaranya seputar isi siaran, persentase tayangan baik siaran program maupun siaran iklan, hingga eksistensi mereka di masyarakat.

“ini merupakan forum yang tepat untuk mengontrol kualitas konten siaran karena sesuai dengan regulasi penyiaran tahun 2002. Hal yang harus di stressing kedepanya karena frekuensi ini milik publik jadi harus memperhatikan kepentingan umum dalam artian bagi masyarakat secara meluas. Radio harus dikelola dengan profesional, SDMnya terutama harus dapat bekal ilmu sehingga program siarannya benar-benar berkualitas.” jelas Andik Riyanto

Selaras dengan hal tersebut, Komisioner KPID Kaltim bidang Kelembagaan yakni Hendro Prasetyo pun mengungkapkan bahwa radio Bahana FM dan Persada FM menempuh langkah yang cerdas yakni bekerjasama dengan perusahan yang bergerak di bidang pertambangan. Namun, tetap harus digarisbawahi untuk LP tetap mengedepankan fungsi dan perannya untuk masyarakat.

“ Sebuah langkah yang cerdas bagi LP untuk bekerjasama dengan perusahaan, hal ini sebagai salah satu strategi untuk bertahan di tengah persaingan media. Selain itu, yang tetap harus diingat bahwa LP wajib menjalankan fungsi nya yang utama bagi masyarakat. Serta, untuk keberlanjutan LP di masa yang akan datang, harapannya Radio Bahana FM dan Persada FM mampu untuk terus berinovasi dalam menyajikan informasi yang bermanfaat bagi semua” tegas Hendro Prasetyo.

Menanggapi saran dan masukan yang mereka terima, mewakili kedua LP yaitu Direktur Utama Bahana FM, Hajjah Amaliah berterimakasih dan berkomitmen untuk menjadikannya bahan evaluasi guna perbaikan kedua LP di 5 tahun mendatang.

“kami menyambut baik, berterimakasih karena EDP berjalan sangat interaktif satu dengan yang lainnya, kami akan jadikan berbagai masukan saran sebagai evaluasi untuk perkembangan radio kami. Kami berharap kedepannya radio kami dapat terus konsisten bahkan mampu meningkatkan performa baik dalam pengelolaan program, maupun sumber daya manusia yang kami miliki. Kami juga berharap kedepannya radio kami mampu menjadi media yang di sisi lain mampu menciptakan nilai keuntungan namun tetap menjalankan fungsi dan peran kami secara positif untuk masyarakat.” jelas Hajjah Amaliah

Inovatif, dan kreatif dalam mengolah konten siaran yang akan disajikan kepada publik merupakan tantangan bagi setiap LP. KPID Provinsi Kaltim akan terus mendukung upaya LP untuk menyajikan informasi yang berkualitas bagi masyarakat, dan tak lupa KPID pun mengimbau kepada seluruh  LP untuk tetap berpedoman pada P3SPS.

(hms-kpid)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 6