KPID PROVINSI KALTIM TEKANKAN OPTIMALISASI KONTEN SIARAN LOKAL

SAMARINDA – Hasil pantauan langsung oleh KPID Provinsi Kaltim terhadap Lembaga Penyiaran (LP) terutama LP dengan Sistem Stasiun Jaringan (SSJ) yang mengudara di Kalimantan Timur hingga saat ini masih didominasi oleh mata acara atau isi siaran yang diputar berulang-ulang. Hal ini disampaikan oleh para Komisioner KPID Provinsi Kaltim dalam Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) bersama salah satu LPS Televisi yang tengah mengajukan Permohonan Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) yakni, PT Lativi Mediakarya Manado dan Samarinda, atau yang dikenal pula dengan nama tvOne Samarinda. Jum’at (18/09) bertempat di Hotel Horison, Samarinda. EDP tersebut berlangsung secara semi virtual dengan aplikasi video conference.

Secara nasional KPI Pusat beserta KPID terus mendorong kepada LPS Televisi SSJ untuk dapat memenuhi minimal 10% konten siaran lokal. KPID Provinsi Kaltim bahkan mengimbau agar tidak hanya 10% saja namun jika bisa dioptimalkan diangka 15%-20% tentu akan lebih baik. Hal ini selaras dengan pernyataan dari Komisioner KPID Provinsi Kaltim bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P), Yovanda Noni.

“ Pada EDP kali ini catatan yang kami berikan kepada LP adalah tentang re-run mata acara yang kami temukan kerap diulang, serta muatan konten lokal yang masih terbatas, padahal kami yakin LP Televisi SSJ dapat mengeksplorasi banyak potensi-potensi siaran lokal dengan tema budaya, ekonomi bisnis, dan sebagainya tidak melulu tentang kriminal atau ikon kota saja. Terlebih Kalimantan Timur kini tengah menuju IKN, harapannya dengan adanya SSJ di provinsi kita, kearifan lokal kita dapat ter-expose, viral, tidak hanya masyarakat Kaltim saja namun dalam skala nasional.”  ujar Yova.

Catatan lainnya yang ditujukan guna perbaikan LP kedepannya ialah seputar kepatuhan LP terhadap P3SPS, kerjasma LP dengan Pemerintah agar dapat memaksimalkan penyebaran informasi kepada seluruh masyarakat, waktu siaran, serta adanya citizen journalism atau jurnalisme warga yang mampu menjadikan masyarakat turut serta berperan aktif dalam menginformasikan kejadian di sekitar mereka. Jurnalisme warga pun diyakini mampu membuka ruang untuk komentar publik terkait isu-isu lokal yang tengah terjadi.

Perwakilan tvOne Samarinda, Suhardiyono menanggapi berbagai masukan dan saran yang diberikan baik oleh KPID maupun narasumber-narasumber yang hadir dalam EDP dengan positif, dan berkomitmen untuk menjadikan catatan-catatan yang diberikan sebagai saran guna kemajuan LP Televisi SSJ mereka.

“ Kami berterimakasih kepada seluruh pihak, atas terlaksananya kegiatan pada hari ini. Dengan adanya dialog dapat memberikan kami masukan, juga pandangan untuk proyeksi perencanaan jangka panjang TV SSJ kami.”  tutur Suhardiyono.

KPID Provinsi Kaltim pun tak lupa mengapresiasi tvOne Samarinda karena telah sampai pada tahapan EDP, dan berharap kehadiran tvOne Samarinda dapat menjadi media yang tak hanya menyiarkan informasi yang bermanfaat namun juga mampu meningkatkan kesadarkan literasi media kepada khalayak. (hms-kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

26 − 20 =