Sinergi KPID Provinsi Kaltim dengan BAPPEDA Provinsi Kaltim: Bicara tentang Strategi Penguatan Eksistensi Lembaga hingga Realisasi Program Kerja.

SAMARINDA – Sebagai Lembaga Negara Independen, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur memiliki peran yang sangat penting dalam hal mengawasi penyiaran yang ada di benua etam. Keberadaan KPID Provinsi Kaltim juga merupakan wujud upaya merealisasikan tujuan Komisi Penyiaran secara luas sebagai pengawal dan pengawas lembaga penyiaran. Dalam rangka upaya membangun dan menjaga kualitas penyiaran di Kaltim, KPID Provinsi Kaltim terus berkomitmen untuk berkoordinasi dan bekerjasama dengan banyak pihak, salah satunya dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Kalimantan Timur.

Audiensi dan koordinasi KPID Provinsi Kaltim dengan BAPPEDA Provinsi Kaltim telah terlaksana pada Senin (24/08) sore bertempat di Kantor BAPPEDA Provinsi Kaltim, Jalan Kusuma Bangsa No 2, Samarinda. Meski berlangsung dengan tatap muka, namun pertemuan perdana di tahun 2020 ini tetap mematuhi protokol pencegahan penularan virus Covid-19 dengan menerapkan jaga jarak, kebersihan, dan menerapkan penggunaan masker.

Jajaran komisioner KPID Provinsi Kaltim yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Komisioner sekaligus Ketua KPID Provinsi Kaltim, Akbar Ciptanto, Komisioner bidang Pengawasan Isi Siaran, Irwansyah dan Bawon Kuatno yang juga merupakan Wakil Ketua KPID Provinsi Kaltim, serta Komisioner bidang Kelembagaan, Andi Muhammad Abdi dan Hendro Prasetyo. Kehadiran Komisioner Provinsi Kaltim disambut langsung oleh H.M Aswin selaku Kepala BAPPEDA Provinsi Kaltim.

“Dalam hal pelaksanaan berbagai kegiatan hingga program kerja, KPID Provinsi Kaltim tentu memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Hari ini audiensi kita telah diterima secara langsung dengan Kepala BAPPEDA Provinsi Kaltim, dan sambutannya sangat positif, semoga hubungan yang sinergis ini terus terjalin sehingga dapat memajukan KPID Provinsi Kaltim, Lembaga Penyiaran, dan juga Aktivis Penyiaran di Kalimantan Timur” jelas Wakil Ketua KPID Provinsi Kaltim, Bawon Kuatno.

Apresiasi diberikan oleh Kepala BAPPEDA Provinsi Kaltim, H.M Aswin kepada KPID Provinsi Kaltim terkait kunjungan perdana pada sore hari tersebut. Peran KPID Provinsi Kaltim amat vital dalam membantu masyarakat Kaltim untuk dapat menyaring kualitas konten yang mengudara di ruang publik. Oleh karenanya, KPID Provinsi Kaltim bersama dengan BAPPEDA Provinsi Kaltim dalam pertemuannya banyak membahas berbagai gagasan guna memperkuat keberadaan KPID Provinsi Kaltim di daerah, serta berbagai masukan dan saran pun diberikan satu sama lain untuk memperkuat kerjasama yang dijalin.

“ Peran KPID Kaltim sangat penting. KPID mengontrol seluruh siaran di Kaltim agar ramah untuk publik, terkhususnya anak-anak. Demikian juga hal-hal yang berkaitan dengan etika penyiaran. Semoga kegiatan diskusi gagasan seperti ini dapat terus berjalan. Kami pun berharap, tidak hanya BAPPEDA Provinsi Kaltim saja, namun seluruh pihak-pihak terlebih yang berkaitan perlu mendukung sepenuhnya terutama kawan-kawan di DPRD maupun yang berkaitan dengan anggaran hibah untuk memaksimalkan kinerja KPID Provinsi Kaltim kedepannya.” tegas H.M Aswin

Pertemuan yang juga sekaligus bentuk realisasi salah satu program kerja bidang Kelembagaan KPID Provinsi Kaltim yaitu Roadshow Kelembagaan ini dinilai telah cukup berhasil. Program kerja yang bertujuan untuk membangun sinergi dan kemitraan yang strategis bersama seluruh stakeholder dilakukan agar dapat menopang pencapaian visi, misi, dan program KPID Provinsi Kaltim.

“Dalam dialog yang telah kita lakukan tadi, ada banyak hal yang dapat kita elaborasi yakni terkait bagaimana pengembangan penyiaran kedepan, dan beberapa hal yang menjadi input, masukan, dan saran dari pihak BAPPEDA Provinsi Kaltim akan menjadi pertimbangan KPID dalam merumuskan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan dinamika penyiaran di Kalimantan Timur” tutup Komisioner KPID Kaltim, sekaligus Koordinator Bidang Kelembagaan, Andi Muhammad Abdi.

KPID Provinsi Kaltim hadir untuk menjaga ruang frekuensi publik. Hal ini dilakukan untuk membantu masyarakat memperoleh ruang informasi yang baik, sehat, berkualitas dengan sajian siaran lokal, serta terhindar dari siaran yang tidak pantas.

(hms/kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 3 = 3