EDP GTV SAMARINDA BAHAS PENINGKATAN PRODUKSI KONTEN LOKAL HINGGA PERKUAT KEMITRAAN.

SAMARINDA – Permohonan Perpanjangan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) Lembaga Penyiaran Swasta Jasa Penyiaran Televisi, PT GTV Tujuh Kalimantan Timur telah memasuki tahap Evaluasi Dengar Pendapat (EDP). EDP sendiri merupakan salah satu tahapan akhir yang wajib dilalui LP dalam mengurus izin baru maupun perpanjangan izin siaran. Kegiatan ini dilaksanakan oleh KPID Provinsi Kalimantan Tmur bersama dengan PT GTV Tujuh Kalimantan Timur (GTV Samarinda) bertempat di Hotel Horison, Samarinda, Selasa (14/07).

PT GTV Tujuh (GTV Samarinda) berdiri selama hampir 10 (Sepuluh) tahun yang lalu, dan kemudian memperoleh IPP di Kota Samarinda. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, bahwa IPP Lembaga Penyiaran Swasta setiap 10 (sepuluh) tahun, saat ini PT GTV Tujuh mengajukan permohonan perpanjangan IPP untuk wilayah layanan siaran Samarinda untuk satu dasawarsa kedepan.

Kegiatan evaluasi terhadap GTV Samarinda bertujuan memberikan masukan pada aspek program siaran, teknis, kelengkapan data, serta aspek lainnya. Hadir membuka acara EDP, Ketua KPID Provinsi Kaltim, Akbar Ciptanto, bersama dengan jajaran komisioner KPID Provinsi Kaltim yaitu Andi Muhammad Abdi, Hendro Prasetyo, Ali Yamin Ishak, Yovanda Noni, Irwansyah, dan Bawon Kuatno yang sekaligus bertindak sebagai pimpinan sidang.

Hadir sebagai narasumber yakni Diskominfo kota Samarinda yang diwakili oleh Dady Kreshna, dan Balai Monitoring Samarinda diwakili oleh Asep Mulyadi . Adapun dari pihak PT GTV Tujuh (GTV Samrinda) diwakili oleh Plt Kepala Biro MNC Kaltim/Inews Tenggarong, Yuliono, News Producer, Priscila, dan staf. Selain perwakilan GTV Samarinda yang datang langsung, hadir dengan virtual melalui aplikasi zoom jajaran perwakilan PT GTV Tujuh Jakarta Pusat dari berbagai bidang yakni Ira Yuanita, Elan Pradana, Herman Zaelanie, Immanuel Matondang, Suharyono, Sigit Kamseno, Miftahul Huda, Cahyadi Noor Aribowo, dan Erick Wijaya.

“EDP berjalan dengan lancar dan baik. Pihak GTV 7 juga kooperatif terhadap segala masukan dan juga kritik yang datang dari narasumber. telah dituangkan melalui berita acara yang telah ditandatangani bersama dan semoga GTV Samarinda bisa mengudara lagi di 10 tahun kedepan dan juga berkomitmen sesuai dengan apa yang telah disampaikan hari ini. Dari PS2P juga mengimbau terhadap LP untuk taat pada seluruh autran perizinan dan juga untuk urusan administratif yang ada” jelas Koordinator Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran, Ali Yamin Ishak

Terkait konten lokal, harapannya penayangan konten siaran lebih dimaksimalkan lagi persentase penayangannya, mengingat telah berjalannya 9 tahun GTV 7 di Kota Samarinda. Serta lebih berkomitmen lagi memperbaiki jam penayangan konten siaran lokal di jam produktif (prime time). Hal ini senada dengan imbauan yang diberikan oleh Ketua KPID Provinsi Kaltim, Akbar Ciptanto.

“Kami (KPID Kalti, red) menyarankan terkait masalah konten lokal minimal 10% bahwa harus terjadi peningkatan dalam artian bukan lagi berbicara 10% konten lokal namun berbicaranya sudah harus 15-20% . jika selama ini selama 9 tahun sebelumnya mereka bersiaran selama 2 jam 30 menit, maka kami kedepannya berharap bahwa GTV sudah bisa menyiarkan sebanyak 3-4 jam untuk tayangan-tayangan lokal karena itulah kita juga meminta kepada manajemen dari GTV untuk memberdayakan masyarakat lokal terutama masyarakat Samarinda sehingga konten-konten lokal dapat terealisasikan dengan baik.” tegas Akbar.

Realisasi yang diharapkan dalam artian bahwa GTV dapat memberdayakan bukan hanya sebatas pegawai, tapi juga mereka bisa bekerjasama dengan mahasiswa, dengan lembaga pendidikan, juga pemerintah. Sehingga konten-konten selama ini selama 3-4 jam bisa terpenuhi tujuannya 1, ialah untuk masyarakat mendapatkan informasi, hiburan, pendidikan, dan hal-hal lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat itu sendiri. Hal ini juga yang menjadi perhatian bidang Pengawasan Isi Siaran, dan Bidang Kelembagaan KPID Provinsi Kaltim.

“jika berbicara tentang siaran lokal, tidak hanya persentasenya saja, namun juga yang harus diperhatikan bagi GTV adalah pada program siaran yang kemudian mereka tayangkan kembali (re-run) agar dapat diminimalisir porsinya. Sehingga, kreativitas LP juga dapat berkembang, tidak berjalan di tempat” tutur Irwan.

Koordinator bidang Kelembagaan, Andi Muhammad Abdi pun menambahkan kepada GTV untuk dapat memaksimalkan proses kemitraan dengan pihak stakeholder yang ada di Samarinda khususnya, serta GTV dapat menyesuaikan tantangan di era digitalisasi.

“KPID sangat berharap segala masukan dan saran yang dipaparkan saat EDP dapat diimpplimentasikan secara baik, secara kuantitas dan kualitas. Dalam aspek kualitas GTV harus bisa membangun kemitraan yang seluas-luasnya dengan stakeholder yang ada di kota Samarinda, serta berbagai macam elemen masyarakat lainnya. Hal ini dalam rangka memaksimalkan pelayanan  sesuai dengan kebutuhan masyarakat kota Samarinda pada khususnya” jelas Abdi.

 

EDP perpanjangan IPP untuk biro GTV di Kalimantan Timur ini perdana diselenggarakan. Sehingga, Biro Kaltim khususnya Samarinda dapat menjadi rujukan bagi biro-biro lainnya di Indonesia. Menanggapi hasil EDP yang dilaksanakan, pihak PT GTV tujuh baik yang mewakili dari Jakarta Pusat secara virtual, maupun perwakilan yang ada di daerah, berkomitmen untuk dapat mematuhi berbagai regulasi, dan mengaplikasikan masukan saran yang bersifat membangun dari banyak pihak.

“ Alhamdulillah, telah terlaksana kegiatan EDP untuk LP kami. Kami sangat berterimakasih kepada KPID Provinsi Kaltim dan berbagai pihak yang membantu jalannya acara, mengingat EDP perpanjangan IPP kali ini merupakan yang perdana bagi kami. Tidak hanya bagi kami, namun diantara biro-biro yang lainnya juga. Tentunya kedepannya kami memenuhi semua masukan dan saran yang diberikan” jelas Yuliono, Plt Kepala Biro MNC Kaltim.

Sebagai media yang bersiar di kota Samarinda, besar harapan PT GTV Tujuh (GTV Samarinda) untuk sepuluh tahun kedepan agar lebih dapat mengeksplor kearifan lokal, meliputi sektor kuliner, wisata dan olahraga di Kalimantan Timur secara umum, dan Samarinda pada khususnya.

(hms/kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 78 = 86