Rapat Koordinasi Kerja KPID Kaltim, bahas efektivitas dan peningkatan kinerja Tim Pemantau Isi Siaran.

SAMARINDA – Sebanyak 12 orang tenaga pemantau dan 2 orang operator menghadiri rapat koordinasi kerja oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur bidang Pengawasan Isi Siaran, Rabu (08/07) bertempat di Ruang Rapat Tengguyun lantai 4 Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Rapat dipimpin langsung oleh Koordinator bidang Pengawasan Isi Siaran, Irwansyah, dan turut dihadiri pula oleh Wakil Ketua KPID Kaltim sekaligus anggota bidang Pengawasan Isi Siaran, Bawon Kuatno.

Tujuan dari diselenggarakannya rapat ini yaitu untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas dalam pemantauan isi siaran. Seperti yang telah diketahui, KPID adalah sebuah lembaga negara independen di Indonesia yang didirikan di setiap Provinsi dengan fungsinya sebagai regulator penyelenggaraan penyiaran di setiap Provinsi di Indonesia. Dasar hukum pembentukannya adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran.

Rapat yang juga merupakan agenda rutin KPID Kaltim dalam mengevaluasi kegiatan pemantauan siaran yang mengudara di bumi etam ini pun dilaksanakan dengan mengikuti Protokol pencegahan penyebaran COVID-19 yang kini masih menjadi pandemi di Indonesia, yaitu dengan menjaga kebersihan diri dan jarak interaksi saat berkegiatan.

Garis besar pembahasan pada rapat koordinasi kali ini berfokus pada pengamatan, pencatatan, analisis laporan dari tim pemantau isi siaran. Adapun terdapat 3 poin penting dalam kegiatan pemantauan isi siaran yang disampaikan dalam rapat ini, yaitu pertama KPID Kaltim ingin lebih menitikberatkan pada pemantauan iklan, hal ini dikarenakan pada beberapa bulan terakhir, seringkali ditemukan pelanggaran oleh Lembaga Penyiaran (LP) yang yang menyiarkan iklan bermuatan tidak baik dan melanggar ketentuan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siar (P3SPS) dan Etika Pariwara Indonesia (EPI) yang berlaku. Kedepannya kita akan lebih cermati dalam menganalisis potensi isi siaran iklan yang melanggar agar dapat ditertibkan.

Poin kedua yaitu pada lagu-lagu yang disiarkan oleh seluruh LP. Pelanggaran yang terjadi seringkali ada pada muatan lirik yang menjurus ke aktivitas ataupun mengesankan pada seks. Poin terakhir yaitu pada siaran LP yang memuat dialog antara penyiar dengan narasumber maupun sesama penyiar. Tim Pemantau diimbau untuk cermat dalam menganalisis kata-kata yang digunakan dalam dialog yang mengudara, terlebih apabila ada kata-kata yang bermakna ambigu atau kurang pantas dan berpotensi melanggar aturan yang ada. Semua ini untuk bersih dan berkualitasnya isi siaran di Kaltim.

Tak hanya membahas tentang 3 poin penting tersebut, KPID Kaltim pun mengevaluasi kegiatan pengawasan isi siaran hingga paruh tahun 2020 ini, dan terbuka pada masukan serta saran dari para tim tenaga pemantau isi siaran.

“kami telah menerima berbagai keluhan, masukan dan saran dari tim pemantau. Kedepannya akan kita formulasikan solusi untuk berbagai permasalahan tersebut. Jadi rapat kali ini tidak hanya untuk menyampaikan program ataupun arahan dari para Komisioner, namun juga untuk introspeksi secara keseluruhan. Tidak hanya peningkatan kinerja SDM dari tim pemantau yang ada, kami (KPID Kaltim, red) juga berharap agar LP selalu mengindahkan arahan, imbauan, dari KPID agar pelanggaran-pelanggaran yang ada tidak terulang kembali.”jelas Irwansyah.

Dengan arahan yang diberikan oleh KPID Kalim kepada tenaga pemantau siaran pada rapat ini, tidak hanya efektivitas namun kinerja serta kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) juga harapannya dapat ditingkatkan. Meski hingga kini KPID Kaltim masih terkendala untuk dapat memantau siaran di Kaltim secara menyeluruh, namun hal ini tidak menghambat KPID Kaltim untuk tetap menjaga performa kerja dalam memantau isi siaran.

“ Saat ini KPID Kaltim memang fokus memantau seluruh Lembaga Penyiaran di Kota Samarinda. Sebatas itu kemampuan yang dapat dilakukan oleh KPID Kaltim. Untuk Lembaga Penyiaran di luar kota Samarinda, kita masih terkendala perangkat dan Sumber Daya Manusia (SDM). Terkait Lembaga Penyiaran yang kita pantau ada 2 yaitu untuk Televisi dan Radio. TV kita fokuskan pada siaran lokal, yang ada di Kalimantan Timur, dan khususnya di kota Samarinda, ada 1 Stasiun TV lokal yang beroperasi yakni Mahakam Channel, dan selebihnya adalah SSJ, yang kita pantau pada jam-jam siaran lokalnya. Terkait peningkatan kinerja kedepannya harapannya dapat dilaksanakan secara rutin kegiatan yang dapat mengasah soft skill tim pemantau” tutup Bawon Kuatno.

(hms/kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

43 + = 49