INFORMATIF DAN HARUS SIAP DENGAN DIGITALISASI, KPID KALTIM GELAR EDP DENGAN 2 LPS RADIO DAN TELEVISI.

SAMARINDA – Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) merupakan salah satu tahapan yang wajib dilalui oleh para Lembaga Penyiaran (LP) yang habis masa berlaku Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) baik dalam pengurusan izin baru ataupun perpanjangan izin siarannya.

Begitupula dengan kedua LP di Kalimantan Timur yakni PKTV Bontang dan Radio Suara Samarinda, yang pada Senin (18/05) telah melaksanakan kegiatan EDP bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur, bertempat di ruang Tengguyun lantai 4 Kantor Gubernur Kaltim.

Meski dilaksanakan ditengah pandemi COVID-19, namun hal itu tidak menyurutkan semangat seluruh pihak untuk dapat menyelenggarakan EDP secara daring, dengan tujuan memberikan masukan sekaligus evaluasi seperti kelengkapan data aspek program siaran, aspek teknis, dan aspek lainnya dari masing-masing LP.

Pelaksanaan EDP secara daring ini dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama yaitu EDP KPID Kaltim bersama dengan PKTV Bontang, dan sesi kedua bersama dengan radio Suara Samarinda.

Ketua KPID Kaltim, Akbar Ciptanto memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan EDP secara resmi. Apresiasi dan saran masukan pun diberikan guna tercapainya tujuan dan visi misi dari kedua LP tersebut.

“Pelaksanaan EDP kali ini berbeda dari biasanya, karena dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Meeting Conference. Meski ada beberapa kendala teknis karena kegiatan online ini perdana kita laksanakan namun itu tidak jadi masalah. EDP berjalan dengan lancar dan harapannya untuk LP yang telah mengikuti EDP ini dapat menerima evaluasi dan saran masukan untuk perbaikan kedepannya” ucap Akbar Ciptanto,

Selain Ketua, jajaran Komisoner KPID Kaltim turut hadir dalam EDP dan memberi masukan saran antara lain Bawon Kuatno, Andi Muhammad Abdi, Hendro Prasetyo, Irwansyah, Yovanda Noni, dan Ali Yamin Ishak yang sekaligus bertindak sebagai Pimpinan Sidang penyelenggaraan EDP.

Hadir pula sebagai narasumber yakni dari Balmon Samarinda yaitu Edi Sugandi, Hairy Rosadi, Muhammad Hariadi, dan Andreo Yustiantoro. Adapun dari PKTV Bontang, Teguh Suharjono selaku Direktur bersama jajaran direksinya memaparkan bahan materi evaluasi dari Lembaga Penyiaran Jasa Penyiaran Televisi yang berada di kota Bontang tersebut.

Secara garis besar, gambaran umum rencana PKTV Bontang untuk kedepannya berfokus pada peningkatan performa SDM berbasis teknologi informasi 4.0, peningkatan jaringan / networking dengan media sejenis yang saling menguntungkan, dan persiapan LP tersebut dalam menghadapi adanya arus digitalisasi informasi pada media.

Sesi kedua kemudian dilanjutkan dengan EDP KPID Provinsi Kaltim bersama dengan LP Jasa Penyiaran Radio, PT Radio Berita Kaltim atau yang akrab pula dengan nama udara Suara Samarinda.

Manajemen radio yang diwakili oleh Rahmad, selaku Direktur Pemberitaan radio Suara Samarinda pun memaparkan bahan evaluasi LP yang telah mengudara sejak 28 Oktober 2007 tersebut.

Adapun rencana dan proyeksi radio Suara Samarinda untuk beberapa tahun kedepan tak lepas dari visi dan misi radio tersebut agar dapat menjadi radio berita kebanggaan masyarakat Kaltim dan penyambung aspirasi rakyat.

Berbagai tanggapan dan masukan diberikan baik dari KPID Kaltim dan Balmon Samarinda untuk perbaikan LP Jasa Penyiaran radio itu di masa depan. Dalam evaluasi setiap LP, KPID Kaltim menggunakan parameter meliputi kepatuhan atas UU, P3SPS dan Komitmen LP yang dibuat jelang perpanjangan IPP.

KPID Kaltim pun berharap kepada kedua LP tersebut dapat memberikan informasi-informasi aktual, serta dapat memanfaatkan situasi pandemi COVID-19 saat ini dengan membuat berbagai iklan layanan masyarakat maupun program-program yang sifatnya edukatif.

(Humas/KPIDKaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 5 =