Radio RB FM Resmi Kantongi IPP Perpanjangan

SAMARINDA – PT Radio Prambanan (RB FM) resmi memperoleh Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) Perpanjangan sampai tahun 2025. IPP tersebut langsung diberikan oleh Komisioner sekaligus Koordinator Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P), Ali Yamin Ishak, kepada Hady Kusnowo selaku Manager Radio yang mengudara di kota Samarinda dan sekitarnya ini. Turut hadir pula Wakil Ketua KPID Kaltim, Bawon Kuatno dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor KPID Kaltim, Selasa (17/03)

Penyerahan IPP merupakan tahapan terakhir setelah pelaksanaan Forum Rapat Bersama (FRB) beberapa waktu yang lalu.

“Proses perolehan perizinan radio RB FM berjalan dengan lancar. Pihak RB FM pun sangat kooperatif selama prosesi pengurusan IPP. Harapannya radio ini menjaga performa baiknya dan akan tetap memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat,” terang Ali

Dalam kesempatan yang sama Bawon pun mengingatkan bahwa RB FM tetap harus menyiarakan program yang mengedukasi masyarakat. Terlebih saat ini marak sekali beredar informasi-informasi palsu (Hoax) yang meresahkan masyarakat.

“Harapannya untuk RB FM dan juga seluruh Lembaga Penyiaran tetap menjaga kualitas isi siaran. Kami (KPID Kaltim, red) juga menghimbau kepada LP terkait konten siaran, agar dapat membuat Iklan Layanan Masyarakat contohnya ILM tentang pencegahan wabah virus covid-19 agar publik memperoleh haknya untuk mengetahui informasi yang benar dan edukatif” jelas Bawon.

Rasa syukur atas mendapatkan IPP disampaikan oleh Hady atas lancarnya proses dalam mendapatkan perpanjangan IPP radio RB FM

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh Komisioner KPID Prov. Kaltim telah mengundang kami dalam pengambilan IPP. Kami akan terus memberikan informasi yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat di Kota Tepian. Semoga masyarakat senantiasa mendengarkan siaran radio RB FM. Dan kami pun berharap dapat mewujudkan radio kami sebagai radio yang smart, milenial, dan selalu berupaya memberikan informasi yang benar dan terupdate untuk seluruh masyarakat.” tutupnya.

(hms-kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − = 7