KPID Kaltim Gelar Sidang Khusus 2 Lembaga Penyiaran

SAMARINDA – Kamis (12/03) KPID Provinsi Kalimantan Timur mengundang 2 Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) Jasa Penyiaran Radio yaitu PT Radio Gema Nirwana (Radio Gema Nirwana) dan PT Radio Metro Mulawarman (Radio Metro Mulawarman) untuk mendengarkan hasil Sidang Khusus Penyampaian Keputusan Lembaga Penyiaran terkait penjatuhan sanksi administratif kepada kedua LPS tersebut.

Sidang ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua KPID Kaltim, Bawon Kuatno, dan dihadiri oleh Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Irwansyah. Adapun pihak LPS yaitu Direktur Radio Gema Nirwana, Dedy N. Baifas beserta staf, Lita, dan  Direktur Radio Metro Mulawarman yang diwakili oleh Handriadi.

Sanksi Administratif yang diberikan sehubungan dengan ditemukannya pelanggaran yang dilakukan oleh kedua LPS yang berada di kota Samarinda ini. Pada Radio Gema Nirwana, sanksi administratif dijatuhkan pada program siaran “Sajian Lagu Barat Pop” , sedangkan pada Radio Metro Mulawarman, sanksi serupa diberikan untuk program siaran acara “Asoy” yang mengudara dan diduga telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Berdasarkan hal tersebut, KPID Kaltim mengingatkan kembali agar seluruh Lembaga Penyiaran (LP) dapat memahami P3SPS KPI tahun 2012 sebagai aturan yang berlaku, dan menerapkannya pada proses penyiaran lembaga secara keseluruhan..

“Himbauan yang kami berikan sebagai wujud peran KPID Kaltim dalam mendampingi LP. Kami ingin agar LP bisa tetap eksis namun juga mematuhi regulasi yang telah diatur. Maka LP harus lebih teliti baik itu dalam materi siaran sampai lagu harus lebih selektif. Hal ini terkait untuk menjaga kualitas siaran.” jelas Irwansyah.

KPID Kaltim pun berharap sikap kooperatif seluruh pihak dapat selalu terjalin guna saling menjaga kualitas siaran yang ditujukan kepada masyarakat di Kalimantan Timur, dan pelanggaran-pelanggaran tersebut dapat menjadi catatan dan perbaikan bagi seluruh insan penyiaran.

“Peran KPID dalam dunia penyiaran di Kaltim bukan untuk menghakimi namun kita dampingi seluruh LP. Tidak ada larangan untuk kreativitas dalam materi siaran para LP, namun tetap harus memperhatikan aturan yang ada.” tutup Bawon.

(hms/kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 67 = 77