KPID KALTIM TEGUR 3 PROGRAM SIARAN MEDIA

Samarinda – KPID Kaltim telah mengeluarkan Surat Keputusan Teguran Tertulis yang diberikan kepada 3 Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) Jasa Penyiaran Radio yang ada di Kaltim. Ketiga radio tersebut diputuskan memperoleh surat teguran tertulis dan dinyatakan telah mengabaikan aturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan melanggar Standar Program Siar (P3SPS) KPI tahun 2012, serta Etika Pariwara Indonesia (EPI).

Adapun dari program siaran beserta media yang mendapatkan teguran tersebut yakni siaran iklan niaga produk “Jamu Tetes Sapujagad Labdawara” dan “Iklan Puspita Raja Pro Lak 1” di Radio Gembira Raya Jaya, program siaran acara “Samarinda Bagus” di Radio KPFM Samarinda, dan Program Siaran “RB Morning Show” di Radio RB FM.

Dalam Surat Keputusan Teguran Tertulis Lembaga Penyiaran yang disampaikan KPID Kaltim kepada ketiga radio tersebut, dijelaskan alasan dijatuhkannya sanksi.  Pelanggaran program siaran iklan niaga produk “Jamu Tetes Sapujagad Labdawara” dan “Iklan Puspita Raja Pro Lak 1”yang mengudara di Radio Gembira Raya Jaya pada tanggal 24 dan 25 Februari 2020 mulai pukul 09.54 dan 10.01 WITA berdasarkan Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia tentang Standar Program Siar Pasal 58 poin ayat 4 poin (f) Program Siaran Iklan dilarang menayangkan  : upaya menyembunyikan, menyesatkan, membingungkan, atau membohongi masyarakat tentang kualitas, kinerja, harga sebenarnya, dan / atau jasa yang diiklankan. Serta pasal 59 ayat (3)  Program siaran iklan produk dan jasa untuk dewasa yang berkaitan dengan obat dan alat kontrasepsi, alat deteksi kehamilan, dan vitalitas seksual hanya dapat disiarkan pada pukul 22.00 – 03.00. Maka dari itu, KPID Kaltim dalam surat teguran tertulis tersebut menghimbau agar Radio Gembira Raya Jaya untuk memperbaiki redaksi siaran iklan jamu tetes Labdawara dan memindahkan jam tayang iklan dewasa ke pukul 22.00 – 03.00 WITA.

Pelanggaran program siaran pada program siaran “Samarinda Bagus”  yang mengudara di radio KPFM Samarinda pada 13 Februari 2020 pukul 11.04 WITA terdapat lagu dengan lirik yang bermuatan seks atau mengesankan aktifitas seks yaitu lagu “Anne Marrie – 2002” yang telah melanggar P3 pasal 16, SPS pasal 18 ayat (e) dan SPS pasal 20 ayat 1.

Terakhir, yaitu pelanggaran program siaran pada program siaran open voice “RB Morning Show” yang mengudara di radio RB FM pada 24 Februari 2020 pukul 08.00 – 11.00 WITA terdapat unsur kesengajaan yang dilakukan oleh kedua penyiar radio yang membuat teka-teki dengan menggunakan kata “burung” . “burung, burung apa yang suka ke WC” yang kemudian dijawab oleh penyiar lain dengan kalimat “burung siapa ya?” hal ini melanggar peraturan Komisi Penyiaran Indonesia tentang Standar Program Siar pasal 18 ayat point (e) bahwa Program Siaran yang memuat adegan seksual dilarang : menampilkan percakapan tentang rangkaian aktivitas seks dan/ atau persenggaman.

Ketua KPID Kaltim, Akbar Ciptanto telah memutuskan memberikan sanksi administratif dan menghimbau kepada ketiga media tersebut untuk mengevaluasi kembali proses penyiaran secara keseluruhan hingga memindahkan jam siar pada beberapa iklan produk yang menerima teguran tertulis agar menyiarkan konten-konten tersebut di waktu yang telah diatur dan berlaku.

KPID Kaltim berharap teguran ini dapat menjadi bahan pembelajaran lembaga penyiaran untuk memperbaiki isi siaran. Muatan informasi dan hiburan harus menyehatkan dan memperhatikan dampak bagi masyarakat. Karena itu, KPID Kaltim juga menekankan pentingnya penerapan serta kepatuhan terhadap P3SPS guna meminimalisir terjadi pelanggaran.

(hms/kpid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

35 − = 27