Kalpataru Dari Tak Berizin Sampai Berizin

Komisioner KPID Prov. Kaltim beserta pengurus Radio Komunitas Suara Kalpataru seusai acara EUCS

SAMARINDA – Perjalanan panjang terbentuknya Radio Komunitas Kalpataru di Tenggarong, Kutai Kartanegara berasal dari suatu perkumpulan para pecinta radio. Awalnya beberapa penyiar radio yang pernah berkecimpung di dunia penyiaran berkumpul untuk mendirikan radio. Sempat berdiri pada tahun 2015, namun karena tidak memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) maka pada saat itu alat penyiaran disita oleh Balmon Samarinda saat terjadi razia.

Namun hal tersebut merupakan sejarah dari cikal bakal berdirinya radio komunitas di Tenggarong. Dalam proses berjalannya waktu pengurusan izin penyiaran dilakukan hingga Kalpataru sampai pada tahapan Evaluasi Uji Coba Siaran (EUCS) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kukar (22/11).

“Kami sangat bersyukur Radio Komunitas Kalpataru dapat mengurus proses perizinan dengan baik. Karena pada tahun 2015 lalu radio ini sampai pernah disegel oleh Balmon karena radio illegal,” terang Akbar Ciptanto selaku Wakil Ketua KPID Prov. Kaltim.

Pengecekan berkas administrasi dan verifikasi faktual EUCS

Turut hadir dalam EUCS dari Komisioner KPID Prov. Kaltim yakni Bawon Kuatno selaku Koordinator Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P), Andi Muhammad Abdi selaku Koordinator Bidang Kelembagaan, dan Irwansyah selaku Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran.

Bawon Kuatno mengatakan bahwa saat ini untuk memperoleh perizinan penyiaran dengan menggunakan Sistem Online Single Submission (OSS) sangat mudah. Lembaga penyiaran tinggal mengisi data melalui online dan tidak lama akan diproses cepat dalam pemerolehan IPP.

“Dengan menggunakan OSS saat ini proses perizinan semakin mudah dan cepat,” terangnya.

Pihak dari Komunitas Kalpataru juga membenarkan hal tersebut, bahwa proses perizinan sangat cepat dan mudah. Mereka berharap daram EUCS dapat berjalan lancar sehingga dapat memperoleh IPP segera.

“Proses perizinan sangat cepat. Radio Komunitas ini akan tetap memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Kukar. Terlebih pada fokus isu kebersihan dan pencegahan kebekaran hutan dan lahan. Karena Dinas Lingkungan Hidup merupakan bapak angkat kami atas terbentuknya radio. Maka fokus informasi radio mengenai kampanye lingkungan hidup,” jelas Koko yang mewakili DLH. (Humas KPID Kaltim)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

66 − 63 =