Sosmonev di Berau: LP Radio Bisa Contoh Radio-Qu

 

Kunjungan Komisioner KPID Kaltim di Radio-Qu

SAMARINDA – Setibanya di Berau pada (21/10) lalu, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur langsung bergerak dalam agenda Sosialisasi, Monitoring, dan Evalusi (Sosmonev) di Berau. Dalam kunjungan kali ini sama dengan Sosmonev sebelumnya yakni memastikan kembali Lembaga Penyiaran (LP) dari aspek program siaran hingga keberadaanya. Setidaknya baru ada lima LP di Berau yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Perizinan Penyelenggaraan Penyiaran (SIMP3).

“LP yang telah terdaftar di SIMP3 dan yang telah resmi mendapatkan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) Tetap ada lima, dua LP Berlangganan dan tiga LP Swasta radio. PT. Manimbora Birma Swara, PT. Media Silaturahmi Berau, PT. Radio Sangkakala Berau, PT. Berau Vision, dan PT. Sanggam TV Kabel. Semuanya telah mendapatkan sosialisasi baru tentang regulasi penyiaran dari Komisioner KPID Prov. Kaltim. Selain itu tidak ada perubahan, baik nama udara dan program siaran juga masih berjalan baik. LP di Berau masih dalam tahapan disiplin mengenai regulasi penyiaran,” terang Bawon.

Menurut Bawon ada hal yang menarik dari hasil Sosmonev yakni adanya sebuah LPS Radio PT. Media Silaturahmi Berau atau yang akrab dengan sapaan udara Radio-Qu dalam melakukan gerakan wakaf radio. Hal tersebut menurutnya sangat inspiratif untuk menggerakan masyarakat dalam mendengarkan radio dakwah tersebut.

“Gerakan wakaf radio dari Radio-Qu sangat inspiratif dan bagus. Mereka punya gerakan wakaf radio dengan syarat mendengarkan program siaran dari Radio-Qu. Komisioner KPID Kaltim mendukung, karena lebih memasyarakatkan masyarakat untuk mendengarkan radio dengan program siaran yang memberikan edukasi dan baik,” tutupnya.

Direktur LP Radio-Qu menerangkan tentang gerakan mendengarkan radio, melalui program wakaf radio.

Menurut Direktur LP Radio-Qu yang juga salah seorang guru tahfiz Al-Qur’an M. Topik mengatakan bahwa program tersebut dilakukan untuk menjangkau siaran dakwah yang tidak terjangkau di wilayah Berau secara langsung. Selain itu juga bertujuan untuk memberikan siaran yang baik kepada masyarakat.

“Kami melakukan gerakan wakaf radio untuk menjangkau daerah yang tidak mampu kami jangkau untuk siaran dakwah. Selain itu siaran edukasi juga sangat efektif melalui radio, namun dengan syarat mereka mendengarkan Radio-Qu,” jelasnya. (Humas KPID Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − 16 =