Masyarakat Balikpapan Harapkan Smart FM Terus Memberikan Siaran Edukasi

Evaluasi Dengar Pendapat KPID Prov. Kaltim dengan PT. Swara Mandiri Artisenindo, 21 Agustus 2019, di Balikpapan

SAMARINDA – Keinginan masyarakat Balikpapan dalam mendapatkan informasi yang mengedepankan edukasi melalui Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) Radio akan segera berlanjut. Hal ini disampaikan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur, Bawon Kuatno seusai mengikuti Forum Rapat Bersama (FRB) Selasa (1/10) lalu, di Jakarta.

Dalam FRB telah diputuskan oleh Kementrian Kominfo RI untuk memberikan kembali perpanjangan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) tetap kepada PT. Swara Mandiri Artisenindo atau yang akrab dengan sebutan nama udara Smart FM Balikpapan. Dalam FRB juga telah disampaikan hasil dari rapat Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) Smart FM Balikpapan, (21/8) lalu. Banyak masukan dan pendapat dari Ormas kepemudaan, akademisi, tokoh masyarakat, pemuka agama, dan juga Dinas Komunikasi dan Informasi Balikpapan. Mereka menyampaikan tanggapan positif bagi Radio Smart FM terkait siaran edukasinya, meskipun segmen yang mereka ambil adalah bisnis dan informasi.

Bawon Kuatno saat menghadiri FRB di Jakarta

“Saya sampaikan pada FRB terkait hasil EDP Smart FM bahwa program edukasi yang disiarkan oleh Smart FM banyak memberikan manfaat bagi penyelenggara pendidikan dan juga pemuka agama. Sehingga masyarakat Balikpapan terus mendorong agar radio ini dapat lebih eksis di Balikpapan. Hal itu yang menjadi masukan dalam FRB untuk Smart FM, kemudian bisa mendapatkan perpanjangan IPP tetap,” terang Bawon yang membidangi Koordinator Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P) KPID Kaltim.

Karena sistem penyiaran telah menggunakan Online Single Submission (OSS) maka bisa jadi Smart FM telah menerima IPP berbentuk online terlebih dahulu. Sehingga nanti mereka tinggal melakukan pembayaran biaya ippnya saja. Setelah mendapatkan IPP, Bawon mengingatkan agar Smart FM mentaati dan melaksanakan keputusan saat EDP dahulu.

“Nanti Smart FM akan mendapatkan IPP online terlebih dahulu dari kementrian. Setelah itu kami harapkan apa yang telah disampaikan dalam EDP di Balikpapan dan catatan yang diberikan komisioner dapat ditaati. Tentunya dalam lima tahun kedepan Smart FM berkewajiban menyediakan konten edukasi yang lebih baik agar terasa manfaatnya kembali bagi masyarakat Balikpapan,” tutupnya. (Humas KPID Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

81 − = 78