Kompak Sukseskan Pilwali Samarinda KPU Samarinda dan KPID Kaltim Siap Buat MoU

Evaluasi pencalonan pemilu 2019 dan persiapan teknis pencalonan Pilkada serentak tahun 2020

SAMARINDA – Bertekad menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Samarinda, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda telah sepakat membuat Memorandum of Understanding (MoU) yang berisi tugas pokok dan fungsi masing-masing lembaga.

Ketua KPID Kaltim dalam menghadiri evaluasi pencalonan pemilu 2019 dan persiapan teknis pencalonan Pilkada serentak tahun 2020

“Untuk menyukseskan tahapan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di Samarinda, KPU Kota Samarinda dan KPID Kaltim akan menandatangani MoU terkait tugas dari masing-masing lembaga di setiap tahapan pilkada,” ucap Ketua KPID Kaltim, Hendro Prasetyo saat menghadiri acara evaluasi pencalonan pemilu 2019 dan persiapan teknis pencalonan Pilkada serentak tahun 2020, Rabu (2/10), di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda.

Turut hadir Komisioner KPID Kaltim lainnya, Akbar Ciptanto selaku Wakil Ketua KPID Kaltim, dan Irwansyah selaku Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran. Acara yang dihelat KPU Samarinda ini turut mengundang pula tokoh masyarakat, Ormas kepemudaan, BEM se-Samarinda, Ketua Partai Politik, dan dosen.

Dalam sambutannya Dwi Haryono selaku Komisioner KPU Samarinda mengatakan, dengan diselenggarakannya acara diskusi tersebut diharapkan mampu memperbaiki kualitas pemilihan Walikota dan Wakil Walikota mendatang agar lebih baik.

“Kami harapkan dengan adanya acara ini pemilihan Walikota dan Wakil Walikota mendatang akan lebih baik. Karena beberapa tokoh masyarakat yang turut hadir dalam acara ini fotonya telah terpampang di sudut kota, semoga setelah ini bisa mendaftar ke KPU Samrinda,” terang Ryo dalam sambutan dan membuka acara diskusi.

Komisioner KPU Samarinda lainnya Ihsan Hasani menyampaikan dalam diskusi, bahwa pada agenda awal tahapan pemilu adalah sosialisasi pencalonan perseorangan atau independen, karena tahapannya telah masuk pada 26 Oktober 2019 mendatang. Sehingga penting hal ini dipublikasikan oleh teman-teman media.

“Dalam agenda awal tahapan kali ini adalah pendaftaran dukungan pencalonan perseorangan pada 26 Oktober 2019, sehingga penting publikasi ini dibantu dengan sosialisasi oleh rekan media,” terangn Ihsan.

Dalam kesempatan tanya jawab Akbar Ciptanto menyampaikan pandangannya terkait penyelenggaraan pemilu yang telah dilaksanakan. Karena selama ini KPID Kaltim hanya dimintai keterangan setelah penyelenggara pemilu selesai. Kedepan dalam waktu kampanye KPID Kaltim meminta lembaga penyiaran mana saja yang difasilitasi oleh KPU Samarinda, agar dapat diawasi. Selain itu sebelum pemilu masuk tahapan pemilu dimulai harusnya lembaga penyiaran juga dilibatkan.

Akbar Ciptanto dalam memberikan masukan dan saran terkait evaluasi pencalonan pemilu 2019 dan persiapan teknis pencalonan Pilkada serentak tahun 2020

“Kami harapkan KPU Samarinda dapat melibatkan lembaga penyiaran untuk mensosialisasikan tahapan kampanye. Selain itu kami meminta lembaga penyiaran mana saja yang difasilitasi oleh KPU, agar dapat kami awasi,” tegas Akbar.

Irwansyah menambahkan pernyataan tambahan terkait sosialisasi melalui ILM pada Lembaga Penyiaran

Irwansyah menambahkan bahwa ada slot konten 10% untuk Iklan layanan Masyarakat (ILM) dapat digunakan dalam publikasi penyelenggaraan pemilu. “Ada slot 10% yang bisa digunakan KPU Samarinda dalam mensosialisasikan tahapan pendaftaran Cawali dan Cawalkot, pungkasnya.

Menanggapi pernyataan dari Komisioner KPID Kaltim, komisioner KPU Samarinda Najib menyampaikan akan secepatnya mengagendakan koordinasi bersama pihak terkait.
“Secepatnya kami akan berkoordinasi lanjutan antara KPU Samarinda, Bawaslu Samarinda KPID Kaltim, dan PWI Kaltim,” tutupnya. (Humas KPID Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

77 − 72 =