Terkendala OSS dan SIMP3“ LP di Bontang Sambut Baik Sosmonev KPID Kaltim”

Ali Yamin Ishak dan Yovanda Noni (tengah), sedang menanyakan kelengkapan berkas Sosmonev

SAMARINDA – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur masih saja menemukan beberapa Lembaga Penyiaran di Kota Bontang yang belum terdaftar secara online di website Online Single Submission (OSS) dan Sistem Informasi Manajemen Penyelenggaraan Penyiaran (SIMP3).

Hal ini diketahui berdasarkan hasil kegiatan Sosialisasi, Monitoring, dan Evaluasi (Sosmonev) yang dilaksanakan KPID Provinsi Kaltim di Kota Bontang, Selasa hingga Kamis (17-19/9) lalu. Dua komisioner KPID Kaltim yang turun ke lapangan, yakni anggota Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P), yakni Yovanda Noni dan Ali Yamin Ishak.
“Secara umum, LP (Lembaga Penyiaran, Red.) di Bontang berjumlah 12, dan rata-rata mudah ditemukan keberadaan kantor dan studionya. Tapi ada juga LP yang tidak melapor ke KPID Kaltim terkait perubahan data, terutama masalah perpindahan alamat kantor dan studio, serta nomor kontak pemilik LP,” ucap Ali Yamin Ishak.

 

Sosmonev Radio Gema Bhayangkara

Dari Sosmonev, kedua komisioner juga menerima keluhan dari pelaku usaha penyiaran dalam kendala teknis tentang sistem OSS dan SIMP3. Hal ini disebabkan kedua system di atas merupakan peraturan baru dan belum dijelaskan secara detail oleh kementerian Kominfo kepada pelaku usaha penyiaran.

“Inilah pentingnya Sosmonev yang KPID Kaltim laksanakan, yakni kami dapat menerima segala informasi serta kendala dan kekurangan yang dirasakan pelaku usaha penyiaran. Hasilnya, masih ditemukan LP yang belum terdaftar di OSS dan SIMP3. Umumnya mereka belum tahu proses dan cara mendaftar di OSS dan SIMP3,” tambah Ali Yamin.

Berdasarkan temuan tersebut, Ali Yamin menyebutkan KPID Kaltim akan melakukan pendampingan dan pembinaan LP yang mengalami kesulitan terkait pendaftaran OSS dan SIMP3. “KPID Kaltim tentu akan membantu LP yang terkendala tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, Komisioner KPID Kaltim lainnya, Yovanda Noni mengungkapkan dari hasil Sosmonev di Bontang juga tidak menemukan LP ilegal. Kesadaran pemilik usaha di dunia penyiaran sudah meningkat, sehingga pelanggaran Undang Undang tentang Penyiaran tidak ditemukan.

 

Sosmonev Radio Suara Imanuel

“Dari 12 LP yang dikunjungi, semuanya taat dan memiliki IPP (Izin Penyelenggaraan Penyiaran, Red.). Dan kami juga mendapatkan informasi bahwa 2 LP sedang dalam proses perpanjangan IPP, yakni LNG TV dan PKTV. Satu LPB (Lembaga Penyiaran Berlangganan, Red.) juga diketahui baru mengantongi IPP prinsip, sehingga kami meminta mereka untuk mengulang kembali proses perizinan karena IPP prinsipnya telah habis,” tambah Yova.

Secara keseluruhan, kegiatan Sosmonev KPID Kaltim mendapatkan tanggapan positif dari pelaku usaha penyiaran. Direktur PKTV Bontang, Teguh menyampaikan bahwa kedatangan Komisioner KPID Kaltim sangat ditunggu. Bahkan dirinya berharap kegiatan Sosmonev dapat sering dilakukan serta meminta untuk diagendakan sosialisasi terkait Undang Undang Penyiaran dan sistem penyiaran digital.

“Kami berharap kegiatan ini (Sosmonev, Red.) dapat sering dan rutin dilakukan KPID Kaltim. Sehingga dapat memantau sekaligus memberikan masukan kepada penyiaran di daerah. Kami (PKTV Bontang, Red.) mendapatkan masukan dari KPID Kaltim agar lebih bermanfaat bagi masyarakat lokal,” terang Teguh. (Humas KPID Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = 4