Sosmonev Kukar, KPID Kaltim Tekankan 10% Konten Lokal

Komisioner KPID Kaltim berfoto bersama karyawan  Gema Persada FM seusai Sosmonev

SAMARINDA-Perjalanan Komisioner KPID Provinsi Kalimantan Timur dalam menyusuri Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terkait agenda Sosialisasi, Monitoring, dan Evaluasi (Sosmonev) telah usai. Dua hari berturut-turut, Bawon Kuatno selaku Koordinator Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Siaran (PS2P) dan Andi Muhammad Abdi selaku Koordinator Bidang Kelembagaan menuntaskan verifikasi data Lembaga Penyiaran (LP). Perlahan dan pasti Kabupaten Kukar dengan luas cakupan wilayah yang cukup besar dengan 9 LP yang ada di sepanjang kecamatan dapat di tuntaskan, Selasa (17/9).

Andi Muhammad Abdi & Bawon mengecek kelengkapan berkas Kompas TV Tenggarong

Untuk Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) TV INews dan Kompas TV Tenggarong yang ditemui komisioner pada, Senin (16/9) lalu. Secara data dan program mereka semua sudah cukup baik sebagai TV lokal berjaringan. Namun konsistensi konten lokal 10% dalam penyiaran yang harus ditekankan bukan hanya sebagai penggugur kewajiban saja.

“Kita ingin memastikan LP sungguh-sungguh menjalankan fungsinya kepada masyarakat. Misalnya INews dan Kompas TV Tenggarong, sebagai LPS berjaringan kita berharap agar mereka konsisten terhadap pemenuhan konten lokal 10% (minimal). Bukan sekedar durasinya yang harus 10%, tetapi kualitas konten yang disajikan relevan dengan minat, kepentingan dan potret kehidupan masyarakat di Kaltim. Termasuk mengekspos agenda pembangunan yang bernilai strategis agar memberi manfaat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat luas di Kaltim,” ungkap Abdi seusai kunjungan Sosmonev.

Komisioner KPID Kaltim melihat kelengkapan data perizinan Inews

Ditanya terpisah, Bawon Kuatno mengatakan perjalanan hari kedua dalam agenda Sosmonev pada PT. Gema Baya Persada atau yang akrab disapa dengan nama udara Persada FM sangat jauh sekali. Jarak tempuh dari Samarinda hingga lokasi radio mencapai kurang-lebih dua jam. Belum lagi radio masuk dalam kawasan perusahaan tambang PT. Pama. Serta yang lebih menarik, meskipun berizin sebagai Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) radio mereka tidak menyiarkan iklan komersil.

“Perjalana Sosmonev kedua cukup jauh dan berkesan. Jarak tempuh LP di Kukar memang relatif jauh. Untuk dapat ke radio Persada FM kita harus memakan waktu sekitar dua jam lebih. Belum lagi masuk wilayah kawasan pertambangan. Dari awal masuk menuju tempat radio dikawal dengan kendaraan safety perusahaan yang harus kita patuhi. Selain itu sebagai radio swasta mereka tidak menyiarkan iklan komersil. Pembiayaan sepenuhnya dibebankan oleh pihak perusahaan. Di sana mereka dua puluh empat jam terus mengudara, dan terbagi menjadi 4 shift. Konten siarannya terkait dengan keselamatan kerja dan memotivasi karyawan prusahaan agar meningkatkan semangat kerja. Sehingga radio ini sebenarnya lebih mengena pada karyawan perusahaan (red),” terang Bawon.

Secara keseluruhan hasil Sosmonev tidak jauh berbeda dengan yang lain. Untuk LP di wilayah Kukar secara keseluruhan cukup koopratif, tinggal kedepan KPID Kaltim melakukan pembinaan. “Semua sudah baik, tinggal nanti kalau ada LP yang belum mengerti tentang sistem Online Single Submission (OSS) bisa langsung ke KPID Kaltim. Secara keseluruhan LP di Kukar sudah cukup koopretif dan tertib,” pungkas Bawon dalam memberikan keterangan. (Humas KPID Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 6 = 3