KPID DKI Jakarta Apresiasi Konten Lokal Kaltim

Komisioner KPID Kaltim & Komisioner DKI Jakarta

BALIKPAPAN – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DKI Jakarta mengapresiasi kinerja KPID Provinsi Kaltim dalam pengawasan konten lokal di Lembaga Penyiaran yang berada di provinsi yang bakal menjadi ibu kota negara Indonesia ini.

Hal ini disampaikan oleh Ketua KPID DKI Jakarta saat melakukan kunjungan kerja ke 3 Lembaga Penyiaran yang ada di Balikpapan, Sabtu (31/8).
“KPID Kaltim telah bekerja maksimal dalam pelaksanaan pemenuhan konten lokal di lembaga penyiaran. Ini harus diapresiasi,” ucap Kawiyan, Ketua KPID DKI Jakarta.

Untuk diketahui, Ketua KPID DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja bersama Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Puji Hartoyo, melakukan kunjungan ke tiga Lembaga Penyiaran yang ada di Kaltim, yakni SCTV Balikpapan, Indosiar Balikpapan, dan Radio Onix.

Turut mendampingi kunjungan kerja tersebut, Wakil Ketua KPID Provinsi Kaltim, Akbar Ciptanto dan Komisioner Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PS2P), Ali Yamin Ishak.

Akbar menjelaskan, KPID Kaltim terus berkomitmen dan konsisten dalam penayangan konten lokal 10 persen dari total materi siaran di Lembaga Penyiaran.
“Komitmen KPID Kaltim jelas, yakni seluruh LPS jasa penyiaran televisi, terutama televisi berjaringan wajib menayangkan konten lokal minimal 10 persen. Jika bersiaran 24 jam sehari, maka LPS televisi wajib menayangkan siaran lokal dengan durasi 2,5 jam,” ucap komisioner yang berasal dari unsur jurnalis tersebut.
Ali Yamin Ishak menambahkan, penayangan konten lokal 10 persen ini sesuai amanat Undang Undang Penyiaran.
“KPID Kaltim berharap konten lokal ini benar-benar menggambarkan kepentingan masyarakat lokal,” terangnya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, keempat komisioner KPID ini berharap agar komitmen konten 10 persen ini terus dijaga dan waktu penayangannya dapat disiarkan pada segmen penonton yang lebih banyak.
“KPID Kaltim akan terus berupaya agar penayangan konten lokal dapat dipindahkan pada jam tayang atau jam siar yang lebih produktif,” tegas Akbar.

Selain kunjungan kerja dalam pertemuan tersebut Komisioner KPID Kaltim, Bawon Kuatno dan Komisioner KPID DKI Jakarta Puji Hartoyo. Membahas dinamika penyiaran ibu kota, pada program talkshow di Radio Onix. Karena Kaltim ditunjuk sebagai ibu kota. Sehingga dalam persiapan itu harus ada pematangan terlebih dahulu khususnya pada lembaga penyiaran di Kaltim, yang jumlahnya cukup banyak.
“Ada seratus empat (104) lembaga penyiaran yang terdata di KPID Kaltim. Tersebar di sembilan (9) kabupaten kota. Karena Kaltim ditetapkan sebagai ibu kota. Maka kita harapkan LP di Kaltim lebih mempersiapkan diri,” Bawon Kuatno, memberikan keterangan tambahan dalam diskusi bertajuk dinamika penyiaran ibu kota. (Humas KPID Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + = 10