MENANGKAL PEMBERITAAN HOAX, KPID KALTIM AJAK SELURUH LEMBAGA SIAR MENYIARKAN BAIK

Bawon Kuatno Koordinator Bidang Pengelolaan Struktur Sistem Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur memenuhi undangan menjadi narasumber pada Seminar Informasi yang diadakan oleh Institut Agama Islam Negeri  (IAIN) Samarinda  pada Selasa (9/4/2019). 

Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Kampus IAIN yang terletak di Jalan KH. Abdul Hasan dengan tema  “Menangkal Pemberitaan Hoax di Media” dihadiri oleh mahasiswa dari  IAIN, Universitas Muhammadiyah Kaltim dan Universitas Nahdhatul Ulama Kaltim. Bersama dengan Miftahur Ridho Dosen IAIN yang turut pula menjadi narasumber dalam kegiatan ini, Bawon Kuatno memberikan informasi bagaimana menangkal berita Hoax di media.

”Sesuai tugas dan fungsi KPID Kaltim kita ke media penyiaran TV dan Radio. Kaitannya dengan Hoax adalah bagaimana upaya KPID Kaltim menangkalnya dan sudah menjadi komitmen bahwa sebelum mendapatkan Izin Penyiaran lembaga penyiaran seperti TV dan Radio harus patuh kepada  Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dimana di dalamnya sangat jelas tercantum  bahwa lembaga penyiaran dengan prinsip jurnalistiknya tidak boleh membuat berita bohong (hoax). Tinggal komitmen lembaga penyiaran itu sendiri untuk melaksanakannya dan kita juga perlu pengawasan dari seluruh komponen masyarakat ketika ada lembaga penyiaran yang keluar dari P3SPS agar kemudian dilaporkan ke kami”. Kata Bawon memaparkan.

 

Selain wajib menaati P3SPS lembaga penyiaran yang memberikan informasi hoax selanjutnya akan diberikan sanksi dari peringatan hingga dicabutnya izin penyiaran. Terlebih saat ini Indonesia sedang dihadapkan dengan pesta demokrasi Pemilu serentak 2019 dimana hoax dengan mudahnya bertebaran di media sosial. Sebagai lembaga pengawasan KPID Kaltim tidak dapat bekerja sendiri, oleh sebab itu masyarakat punya peranan penting terutama mahasiswa sebagai kontrol sosial bagi masyarakat. KPID Kaltim sendiri mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif tidak hanya sebagai pendengar atau pemerhati tapi juga mengawasi. “karena mahasiswa kan punya analisis yang tajam dalam hal seperti itu,” jawab Bawon saat seorang peserta bertanya mengenai fungsi mahasiswa dalam pengawasan penyiaran.

Komisi Penyiaran Indonesia sendiri telah berkomitmen pada Rakornas yang bertepatan dengan Hari Penyiaran Nasional 1 April 2019 lalu di Banjarmasin Kalimantan Selatan mengajak seluruh lembaga penyiaran untuk Menyiarkan Baik dengan Tagline dari Kalimantan Selatan Indonesia Menyiarkan Baik, target utama agar seluruh informasi yang disampaikan oleh seluruh lembaga siar ini adalah informasi yang benar tidak dibuat-buat atau bohong sehingga output yang diharapkan terjadinya penyiaran sehat bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

38 − 30 =