Soal Surat Edaran Pembatasan Penayangan dan Penyiaran Lagu di Jabar, Ini Kata Komisioner KPID Kaltim

Samarinda – Pembatasan penyiaran dan penayangan lagu serta video musik berbahasa Inggris oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa BArat (Jabar) tengah menjadi perbincangan khalayak.

KPID Jabar mengeluarkan surat edaran bernomor 480/215/IS/KPID-JABAR/II/2019 yang ditandatangani Ketua KPID Jabar Dedeh Fardiah pada 18 Februari 2019 lalu, video-video musik itu dibatasi untuk disiar atau ditayangkan pada waktu tertentu saja.

Yang menjadi dasar pertimbangan pembatasan itu merujuk pada Pedoman Perilaku Penyiaran yang dikeluarkan KPI terkait norma kesopanan dan kesusilaan dalam masyarakat, perlindungan dan pemberdayaan anak, dan pembatasan program siaran bermuatan sosial.

Nah, dikonfirmasi KlikSamarinda, Komisioner KPID Kaltim, Andi Muhammad Abdi menyatakan, KPID Kaltim belum mengeluarkan surat edaran serupa dalam kepengurusan periode yang baru. Menurut Abdi, pada periode sebelumnya, yaitu periode 2015-2018, KPID Kaltim pernah mengeluarkan surat edaran serupa.

‘Belum ada lagi surat edaran terbaru yang dikeluarkan selama periode komisioner yang baru. Tapi di periode komisioner tahun 2015-2018, seingat saya kami pernah mengeluarkan surat edaran serupa. Sekitar tahun 2017 dengan list lagu yang berbeda karena bermuatan lirik maupun video klip yang bernuansa seksualitas,‘ ujar Abdi, Kamis, 28 Februari 2019.

Abdi memberikan apresiasi terhadap terbitnya surat edaran KPID Jabar terkait pembatasan penanyangan dan penyiaran lagu. Menurut Abdi, tujuan surat edaran itu demi melindungi masyarakat dari pengaruh tayangan.

‘Secara pribadi saya apresiatif dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh KPID Jabar. Artinya, ketika surat edaran itu dikeluarkan berdasarkan oleh niat baik, kepentingannya untuk melindungi masyarakat luas, melalui kajian mendalam, dan mengacu pada norma maupun peraturan yang tegas. Kemudian diputuskan melalui mekanisme yang sesuai. Saya kira tidak ada masalah,‘ pungkas Abdi. (*)

(Sumber : Klik Samarinda)

(Humas KPID Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

90 − = 88