KPID KALTIM VERIFIKASI FAKTUAL RADIO SANGATTA

Komisioner KPID Kaltim Bersama Pengurus Lembaga Penyiaran Seusai Verifikasi Faktual

Sangatta – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim melaksanakan kunjungan ke Radio Suara Darussalam Sangatta, Selasa (19/02/2019) dalam rangka verifikasi faktual pada Lembaga Penyiaran (LP) yang melakukan permohonan perpanjangan izin siaran. Komisioner KPID Kaltim terbagi menjadi dua tim dalam melakukan verifikasi faktual. Di karenakan  ada dua tempat yang bersamaan dalam rangka tugas verfak yaitu Bontang dan Sangatta. Komisioner yang meninjau Radio Sangatta terdiri dari Ketua KPID Kaltim Hendro Prasetyo, Bawon Kuatno, dan Yovanda Noni. Verifikasi faktual merupakan serangkaian proses yang harus dilalui Lembaga Penyiaran pemohon (LP) perpanjangan izin sebelum proses evaluasi dengar pendapat (EDP) oleh KPID Kaltim. Selanjutnya EDP tersebut hasilnya akan diserahkan kepada Kominfo sebelum mengeluarkan perpanjangan izin berikutnya.

 

Tiba pukul 9.30 pagi tim langsung disambut oleh pengurus Radio Suara Darussalam Sangatta yang beralamatkan di Jalan Jendral Sudirman No 1 Komplek Mesjid Darussalam. Pada saat memverifikasi Radio Suara Darussalam ada beberapa hal yang menjadi perhatian, mulai dari kelengkapan administrasi hingga sejarah Radio yang telah berganti frekuensi awal 98.0 fm menjadi 91.1 fm. Radio ini sendiri mengkhususkan diri dalam segmentasi musik Islami dari pukul 08.00 hingga 22.00 yang diselingi dengan informasi ringan yang disadur dari Internet maupun koran. Dari pukul 22.00 hingga pukul 08.00 pagi Radio masih mengudara dengan memutar Tilawatil Qur’an.

Ketua KPID Kaltim, Hendro Prasetyo Menandatangani Berita Acara Verifikasi Faktual

Dalam pertemuan verifikasi faktual Komisioner KPID Kaltim mempertanyakan terkait kontribusi LP dalam rangka penyiaran pemilu. Salah satunya dari Yovanda Noni, “Bagaimana kontribusi radio dalam penyiaran pemilu?” Tanyanya.

Suprapto Direktur Radio mengatakan. “Sejauh ini belum ada penyebaran informasi terkait pemilu pun demikian jika disarankan mereka mengaku tidak menutup diri”. Pungkasnya.

 

Dalam kesempatan ini Tim Komosioner KPID Kaltim juga meninjau ruang produksi dan ruang siaran. Dengan jangkauan 500 watt mampu menjangkau seluruh Sangatta selanjutnya Bontang pun diharapkan mampu menangkap frekuensi siar 91.1 fm ini. Setelah kurang lebih 3 jam berdiskusi tim akhirnya pamit undur diri dan ditutup dengan foto bersama. (Humas – KPID Kaltim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 2 = 5