Antisipasi Berita Hoaks, KPID Bentuk Forum Komunikasi Pemerhati Media Kaltim

Samarinda – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Kalimantan Timur sukses menyelenggarakan work shop literasi media (31/10). Acara yang dihadiri ratusan peserta berasal dari perwakilan OKP, Organisasi Kemahasiswaan, Mahasiswa, OSIS, BEM Perguruan Tinggi di Samarinda, Partai Politik dan Masyarakat umum tampak memenuhi ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur. Acara ini dimulai dengan prosesi pengukuhan Forum Pemerhati Media Kaltim dan Komunitas Pegiat Literasi Media. Dengan susunan pengurus, ketua Machnun Uzni, S.I.Kom, sekretaris Erlyando Saputra, S.Sos, dan bendahara Musdalifah, serta dilantiknya komunitas pegiat literasi media yang diikuti sebanyak 15 organisasi yang dikukuhkan oleh Ketua KPID Kaltim. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU oleh BNN Prov. Kaltim, PascaSarjana IAIN Samarinda, Aspikom, dan Forum Literasi Media.
Literasi media dengan tema “Kritis Bermedia, Wujudkan Pemilu Damai & Beretika Tanpa Hoax”, mengundang pembicara Okky Irmanita (Trainer Goggel News Initaive), Diddy Rusdiansyah (Kadis Kominfo Kaltim), dan Rina Juwita (Dosen Komunikasi, Unmul).Literasi media ini salah satu upaya untuk memferivikasi berita-berita hoaks. Apalagi itu mengenai berita yang memprovokasi, Isu Sara, dan black camping.
“Sekarang ini kita tengah berada di tahun politik. Sehingga kita patut mewaspadai kepentingan media yang condong pada kepentingan politik dan ekonomi pemilik media.Karena dalam pertarungan tersebut kita akan menemui berita hoaks yang sengaja dibuat. Kami berharap dengan terbentuknya FKPM nanti mampu memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjadi pembaca dan pendengar yang kritis terhadap informasi, ” sebut Abdi dalam sambutannya yang bertindak sebagai KetuaPanitia.
Kegitan literasi media dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi. Dalam arahannya Wakil Gubernur menyampaikan bahwa berita hoaks tanpa kita sadari mampu memecah belah kita sebagai generasi anak bangsa.Sehingga kita semua patut mewaspadai hal tersebut, terlebih pada berita yang menjelekan terkait pemerintah daerah. Seperti misalnya mengenai aksi bela bendera tauhid yang disenggelarakan di halaman Kantor Gubernur. Tidak benar jika ada pemasangan bendera tauhid. Itu hanya editan. Jurnalis tidak pernah mengkonfirmasi atas pemberitaan tersebut selama ini, tidak ada tabayun.
“Kita perlu mewaspadai hal-hal yang akan membuat kitat erpecah belah. Termasuk kasus yang terjadi saat aksi bela bendera tauhid. Tidak benar terjadi pemasangan bendera tersebut. Dalam literasi media ini, kita harapkan generasi saat ini mulai kritis terhadap pemberitaan tersebut. Kita perlu menyeleksi berita yang akurat,” kata Hadi Mulyadi dalam sambutannya.
Setelah terselenggaranya kegiatan literasi media dan pengukuhan. Selanjutnya Komisioner KPID Prov. Kaltim akan mengadakan road show ke Kampus dan OKP untuk semakin memassifkan gerakan literasi media di Kaltim.

Komisioner KPID Kaltim bersama dengan pengurus FKPM seusai dilantik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

61 + = 63